Rabu 19 November 2025
BALIKPAPAN — Aksi para buruh PT Changwon JO RDMP kembali mengarah ke Kantor DPRD Balikpapan, Jumat (14/11/2025), setelah mereka menilai kesepakatan sebelumnya tidak dijalankan pihak perusahaan.
Dalam menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menemui para pekerja dan memberikan penegasan terkait sikap lembaga legislatif.

Japar Sidik menyatakan bahwa DPRD Kota Balikpapan menjadi tempat masyarakat mencari keadilan ketika terjadi persoalan di lapangan, termasuk persoalan hubungan industrial.
"Kami adalah rujukan ketika masyarakat menghadapi masalah. Secara moral, kami berkewajiban memperjuangkan itu, apalagi yang berdampak langsung pada kehidupan para pekerja,” ujarnya di hadapan massa.
Ia menjelaskan bahwa persoalan ini bukanlah hal yang baru. Melainkan, pada bulan September lalu, mediasi antara buruh, perusahaan, DPRD, dan perangkat daerah telah menghasilkan sejumlah poin kesepakatan.
Namun, menurutnya, perkembangan terbaru terus menunjukkan bahwa komitmen tersebut tidak diimplementasikan oleh pihak perusahaan.
"Tidak ada satu pun poin yang dijalankan. Ini sudah bukan hanya mengecewakan buruh, tetapi juga lembaga-lembaga pemerintah yang ikut memfasilitasi,” tegas Japar.
Ia menyebut kegagalan perusahaan menjalankan kesepakatan sebagai bentuk tidak menghargai proses panjang yang sudah ditempuh bersama.
Meski demikian, Japar tetap menegaskan bahwa penyelesaian tetap menjadi prioritas.
Ia meminta para buruh tidak tergesa-gesa mengharapkan keputusan langsung pada hari aksi, karena proses tersebut memerlukan kehadiran pimpinan DPRD Kota Balikpapan dan pemangku kepentingan lain.
"Hari ini kami memulai dengan memediasi terlebih dahulu. Keputusan final tidak bisa diambil tanpa kehadiran pimpinan. Kita jadwalkan pertemuan lanjutan,” jelas Japar.
Ia menegaskan pentingnya membawa kembali seluruh pihak ke meja perundingan untuk bisa membahas poin-poin mana yang tidak dijalankan dan langkah apa yang harus diambil.
"Ada solusi untuk setiap masalah. Yang terpenting itu adalah semua duduk bersama dengan kepala dingin sehingga hak-hak buruh bisa dipulihkan,” katanya.
Japar juga meminta buruh untuk tetap tenang dan tidak mengurangi sebuah kepercayaan terhadap proses yang sudah berjalan.
Ia menegaskan bahwa amanah sebagai wakil rakyat mengharuskan dirinya dan rekan-rekan di DPRD Kota Balikpapan memastikan hak masyarakat tetap diperjuangkan.
"Kami tidak akan tinggal diam. Kami ada di sini karena kepercayaan masyarakat, dan itu harus kami tunaikan,” ujarnya.
Dengan demikian, Japar terus memastikan DPRD Kota Balikpapan akan menjadwalkan mediasi ulang dengan menghadirkan perusahaan, instansi pemerintah, dan perwakilan buruh.
"Kuncinya adalah duduk bersama. Dengan begitu, semua pihak bisa mendengar langsung duduk permasalahannya dan mencari penyelesaian yang adil,” pungkasnya. (Adys/adv/*)