Sabtu 15 November 2025
BALIKPAPAN— Pelaksanaan Program Astacita yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai masih belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana di Kota Balikpapan.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyebut bahwa meskipun program tersebut membawa misi mulia dalam peningkatan gizi dan ketahanan pangan nasional bagi anak-anak, tapi realisasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis.
*Ya, secara konsep, program ini bagus karena membantu masyarakat dari sisi gizi dan kesehatan. Tapi kalau dilihat dari implementasinya, masih banyak persoalan yang perlu dibenahi. Mulai dari aturan pelaksanaan yang rumit sampai persoalan distribusi,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Budiono pun menyoroti bahwa beberapa daerah bahkan sempat menghadapi kasus keracunan akibat pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, hal itu menjadi alarm atau peringatan penting agar sistem pengawasan dan distribusi diperketat.
"Ini soal keselamatan masyarakat. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan justru menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Selain itu, Budiono menambahkan, bahwa hambatan dalam pengadaan dan distribusi bahan pangan menunjukkan kalau Kota Balikpapan belum sepenuhnya memiliki kemandirian pangan. Sebagian besar kebutuhan konsumsi masyarakat, masih bergantung dari daerah lain.
"Kita masih sangat tergantung dari luar. Mulai dari sayur, beras, hingga hasil ternak. Kalau ini terus dibiarkan, maka ketahanan pangan kota kita akan lemah,” jelasnya.
Terkait permasalahan ini, Budiono mendorong agar Pemerintah Kota Balikpapan bisa dapat meniru pola kerja sama pangan yang telah diterapkan oleh PD Pasar Jaya di DKI Jakarta, di mana perusahaan daerah tersebut menggandeng wilayah lain untuk penyediaan bahan pokok.
"Pasar Jaya tidak punya sawah, tapi mereka kerja sama dengan daerah penghasil. Mereka biayai proses tanam dan beli hasil panennya untuk kebutuhan warga. Ini bisa jadi contoh konkret agar BUMD kita juga mandiri,” ucapnya.
Ia menilai, pola kolaborasi seperti itu bisa diadaptasi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, baik melalui kontrak kerja sama antardaerah maupun pengembangan lahan produktif baru di sekitar Kota Balikpapan.
"Kalau kita ingin mandiri, ya harus mulai dari sekarang. Pemerintah perlu membuat strategi besar, bukan hanya mengandalkan pasokan dari luar saja," tandasnya. (Adys/adv/*)