Ketua Komisi IV Dorong Evaluasi Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Non-Dokter

Selasa 11 November 2025

BALIKPAPAN — Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menyoroti bahwa pentingnya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes), khususnya dari mereka yang berstatus non-dokter.

Ia menilai bahwa peran tenaga kesehatan non-dokter sangat vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang sama rata dalam hal tunjangan tambahan penghasilan.

Gasali Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan - adys

Menurut Gasali, setiap unsur tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, bidan, maupun tenaga administrasi medis itu memiliki kontribusi besar dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Balikpapan.

Karena itu, perbedaan yang signifikan tersebut dalam pemberian tunjangan dianggap perlu dievaluasi agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan kesenjangan.

"Tenaga kesehatan itu pahlawan masa kini. Mereka setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, menolong orang yang sakit, bahkan mempertaruhkan keselamatan diri. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian serius,” ujar Gasali saat diwawancarai awak media, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait proporsionalitas pemberian tunjangan tersebut.

Langkah ini diharapkan bisa menghasilkan kebijakan yang lebih adil tanpa mengabaikan kemampuan keuangan daerah.

"Kita tentu memahami kondisi fiskal daerah yang terbatas. Tapi jika memungkinkan, kita dorong agar ada pemerataan. Jangan sampai ada perasaan tidak adil di antara tenaga kesehatan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan tenaga kesehatan akan berdampak langsung terhadap mutu pelayanan publik di sektor kesehatan.

Dengan semangat kepahlawanan dan dedikasi tinggi para nakes, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan yang sepadan dengan pengabdian mereka.

*Kalau tenaga kesehatan merasa dihargai, otomatis kinerja mereka juga semakin baik. Itu bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Balikpapan,” tandasnya. (Adys/adv/*)