Sabtu 8 November 2025
BALIKPAPAN– Gelaran BPNFest 2025 mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum positif untuk memperkuat sektor industri kreatif, perdagangan, dan pariwisata yang menjadi bagian penting dari visi pembangunan Kota Balikpapan sebagai kota industri dan jasa.
Menurut Wahyullah, kegiatan seperti BPNFest tidak hanya memberikan hiburan untuk masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi daerah.
Ia menyebut, industri kreatif dan event pariwisata memiliki daya ungkit besar terhadap ekonomi lokal karena melibatkan berbagai kalangan sektor, mulai dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seniman, hingga pengusaha jasa dan transportasi.
"Industri seperti ini harus terus didukung karena sejalan dengan komitmen Balikpapan untuk menjadi kota industri, perdagangan, dan pariwisata. Semua saling berkaitan, ada manusianya, ada perputaran ekonomi, dan banyak potensi yang bisa dikembangkan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Terkait capaian Kota Balikpapan sebagai Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) City, Wahyullah menilai perlu ada indikator yang terukur untuk melihat keberhasilannya. Keberhasilan sektor pariwisata dapat diukur dari lama tinggal wisatawan di kota.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Balikpapan sebelumnya berada di kisaran 1,3 hingga 1,5 hari. Nah, melalui kegiatan besar seperti BPNFest, ia berharap angka tersebut bisa meningkat.
"Kalau semakin banyak kegiatan menarik seperti BPNFest, otomatis wisatawan akan lebih lama tinggal di Kota Balikpapan. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memajukan pariwisata daerah. Pemerintah kota, provinsi, hingga Kementerian perlu bersinergi dalam mendukung event seperti ini, disertai dukungan pendanaan dari APBN, APBD, maupun partisipasi masyarakat.
"Balikpapan butuh dukungan semua pihak agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan menjadi kalender tetap pariwisata. Semakin banyak event, semakin besar pula dampak ekonominya bagi warga,” tandas Wahyullah. (Adys/adv/*)