Kamis, 2 April 2020
BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menyiasati dampak sosial timbul akibat wabah virus corona atau covid-19, menjadi ancaman global. Jumlah kasus semakin meningkat, serta tingginya resiko penyebaran membuat pemerintah memilih opsi pembatasan sosial berskala besar atau (PSBB), meski sifatnya lokal.

Menyadari imbas virus corona sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot), akan fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat, diantaranya adalah membebaskan tagihan PDAM selama tiga bulan berturut-turut.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz menyampaikan, untuk meringankan beban masyarakat Balikpapan akibat dampak wabah virus corona, pemerintah kota (pemkot) akan menggratiskan pembayaran PDAM selama tiga bulan.
"Pelanggan PDAM kategori, pelanggan sosial yang meliputi rumah tangga, berpenghasilan rendah, Rumah Sakit, Panti Asuhan dan Rumah Ibadah dengan total 1.459 pelanggan selama tiga bulan," ungkap Thohari.
"Selain menggratiskan PDAM, Pemerintah juga lagi menyiapkan opsi-opsi yang lain untuk meringankan beban ekonomi masyarakat Balikpapan," kata dia.
"Itu bagian dari perhatian pemerintah kota kepada masyarakat Balikpapan, sebelum opsi-opsi lain dilakukan oleh Pemerintah." "Pemerintah harus meminta persetujuan dari DPRD Balikpapan, karena penyelenggara Pemerintah sesuai dengan UU NO 23 tentang, Kepala Daerah Dan DPRD," ucapnya.
"Ini langka yang baik dilakukan oleh Pemerintah, disamping opsi-opsi lain, nanti setelah dirumuskan akan di sampaikan," tuturnya.
"Penggratisan PDAM terhitung mulai April hingga Juni, semoga wabah virus corona ini cepat selesai," tandasnya.
Liputan: Yudi Editor: Ahmad Yani