Rabu 17 April 2024
Balikpapan - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle menyoroti hal terkait pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kalimantan Timur pada tahun 2023 lalu yang jumlahnya cukup besar dan diperuntukkan ke 10 Kabupaten/Kota tetapi tidak merata.
Pasalnya, persoalan terhadap APBD ini, Sabaruddin tidak bisa menampikkan bahwa untuk bilangan besar pada anggaran tersebut yang digelontorkan oleh Provinsi Kalimantan Timur, tentu diperuntukkan untuk 10 Kabupaten/Kota yang berhak menerima.
Secara informasi, Pemprov Kaltim mengalokasikan bantuan keuangan untuk 10 kabupaten/kota dengan pagu total sebesar Rp1,197 triliun yang terdiri dari bankeu spesifik dan bankeu nonspesifik.
Alokasi bankeu spesifik senilai Rp52,54 miliar dan bankeu nonspesifik sebesar Rp1,44 triliun.
"Tetapi, untuk penyerapan provinsi ke daerah dinyatakan minim, pertanyaannya itu bagaimana komunikasi kepala daerah Balikpapan, itu yang utama," ucap Sabaruddin kepada awak media, Rabu (17/4/2023).
"Kalau selama ini dikatakan bahwa Bankeu itu minim, berarti komunikasinya tidak berjalan dengan baik. Nah, ini yang perlu kita telusuri untuk mengetahui persoalan mentoknya di mana. Mengapa Kota Balikpapan dengan 10 wakil rakyatnya termasuk Kepala Daerahnya, kok komunikasinya minim mengenai Bankeu," tambahnya.
Kendati begitu, sebagai Caleg terpilih DPRD Provinsi Kaltim periode 2024-2029, Sabaruddin menyampaikan bahwa dirinya nantinya juga akan berupaya membantu menulusuri peristiwa itu, dengan bersinergi bersama ke sembilan Anggota Dewan lainnya sesama Dapil Kota Balikpapan.
"Nanti setelah dilantik, kami akan mengusahakan untuk mengevaluasi semuanya dalam mencari tau. Apa yang menjadi mis dari kurangnya dana Bankeu," tandasnya. (Adys/*)