Senin 3 JULI 2023
BALIKPAPAN - Sejumlah warga Balikpapan sulit mendapatkan gas elpiji khususnya, 3kg. Kalau pun ada harganya selangit diecer kisaran Rp50-70 ribu per tabung. Ironisnya, kelangkaan ini sudah berlangsung 2 (dua) bulan, mulai bulan Ramadan atau bulan Maret-April lalu.
Parahnya pihak Pertamina tak mampu melakukan pengawasan terkait, suplai gas 3kg, di tingkat distributor, agen dan pangkalan. Sehingga, warga Balikpapan, khususnya Balikpapan Timur, membelinya di pengecer harganya selangit.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang menyayangkan kondisi ini, dialami masyarakat Balikpapan, meski kuota dari Pertamina tidak berkurang, namun masyarakat sulit mendapatkannya.
"Kalau pun ada harga yang ditebus warga, dengan harga yang sangat luar biasa, sangat jauh dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan Pertamina," bebernya.
Menurut Parlindungan, diperlukan pengawasan bersama semua elemen masyarakat, mulai tingkat kecamatan dan kelurahan bahkan RT, dan pihak Pertamina, untuk menghindari adanya penyalahgunaan distribusi.
Dia mengatakan, bahkan tanggal penjualan atau pendistribusian itu sudah ditentukan, kiranya memungkinkan pendistribusiannya dapat merata.
"Kami meminta kepada semua stakeholder untuk melakukan pengawasan bersama terkait, sulitnya mendapatkan gas elpiji ini," tuturnya.
Parlindungan juga merasa prihatin kondisi dialami warga Balikpapan ini, belum lagi masyarakat disibukkan dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), untuk tidak menimbulkan stres bagi orang tua, atau warga Balikpapan.
Dia berharap, pemerintah harus bergerak cepat, untuk menangani kesulitan warga Balikpapan, khususnya sulitnya mendapatkan gas subsidi 3Kg. (Ahmad Yani/*)