Senin 13 MARET 2023
BALIKPAPAN - Dialog warga yang digelar Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono di Graha Lanud Dhomber Balikpapan, disambut baik warga RT 31, Balikpapan Selatan atau yang berada dilingkungan Lanud Dhomber, Senin (13/3/2023).
Kali ini Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono berdialog dengan warga, terkait "Cegah Stunting, Demi Wujudkan Bonus Demografi 2045."
Menurutnya, perlunya pemetaan dunia kesehatan bagi generasi muda dengan usia produktif perlu pemetaan, untuk menghadapi tahun 2045 mendatang. Diperlukan waktu 20 tahun untuk menentukan pemetaan kesehatan masyarakat, agar generasi mendatang tetap mendapatkan hak-haknya.
Budiono selaku koordinator Komisi IV bidang Kesehatan dan Pendidikan, menilai penting bagi warga untuk mendapatkan edukasi khususnya terkait stunting, dengan menghadirkan Kepala Puskesmas Sepinggan drg. Sulastri dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Alwiati.
Alwiati menyampaikan, perlunya perbaikan gizi bagi masyarakat untuk perbaikan pertumbuhan agar generasi muda dapat hidup dengan wajar. Meski, Balikpapan prevalensi stunting ditahun 2022 naik 19% dari tahun 2021 hanya 17% lebih.
"Memiliki anak berkualitas memperbaiki gizi anak sejak dini, dan memperbaiki pola asuh, memberikan pola asuh yang baik dan benar," ungkapnya.
Sementara Camat Balikpapan Selatan Heru Ressandy menyampaikan penanganan dan pencegahan stunting, perlu keterlibatan semua komponen masyarakat, untuk mendapatkan data yang akurat.

Data yang diperlukan diantaranya, bagi anak remaja, nikah, hamil dan pasca melahirkan, sementara jumlah penduduk ditahun 2022, sebesar 270 juta jiwa, dan untuk usia produktif berkisar 70% atau berjumlah 200 juta jiwa dari jumlah penduduk.
Salah satu cara pemerintah dalam penanganan ini, dan untuk mendapatkan hak-haknya, maka pemerintah konsen dalam penanganan preventif untuk menurunkan kemiskinan dengan nol persen.
"Selama ini penanganan stunting masih dilakukan kerjasama dengan perusahaan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility), dikarenakan belum adanya anggaran pemerintah khusus penanganan stunting," ungkap Heru Ressandy.
Selanjutnya, Kepala Puskesmas Sepinggan Balikpapan Selatan drg. Sulastri menjelaskan pihaknya saat ini terus melakukan edukasi kepada masyarakat, dalam hal meningkatan gizi bagi masyarakat, khususnya wilayah Sepinggan.

"Termasuk kami memberikan edukasi kepada usia dini, menjelang nikah, agar memperbaiki gizi sejak dini, untuk mendapatkan keturunan yang baik, balita sehat, berkualitas, terhindar dari gagal tumbuh," urainya.
Untuk diketahui, kegiatan ini juga dilakukan dengan berdialog bersama warga terkait penanganan stunting, dan stuntif beberapa warga aktif dan antusias bertanya, terkait beberapa kasus yang ditemuinya. (Ahmad Yani/*)