Kurangnya Perhatian Pemkot Terhadap Hutan Mangrove Balikpapan

Senin, 14 NOPEMBER 2022

BALIKPAPAN-Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang menyesalkan pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan, tidak serius mengembangkan hutan Balikpapan, khususnya hutan mangrove.

Beberapa titik hutan mangrove pemkot Balikpapan, seperti hutan mangrove Graha Indah dan Manggar, sampai saat ini terkesan terabaikan pihak dinas terkait. 

Syarifuddin Oddang Anggota Komisi III DPRD Balikpapan

Lemahkan perhatian pemkot ini, menjadi penting untuk keberlangsungan hutan mangrove dimasa datang. "Beberapa kali kami dari pihak dewan menyampaikan agar mangrove kita jaga dan kelola dengan baik. Namun, hal tetap terabaikan dinas terkait," ungkap Oddang, disaat diskusi digelar AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) Kaltim, bulan lalu.

Menurutnya, hutan mangrove yang telah mengangkat nama baik kota, perlu perhatian serius. "Apalagi hutan mangrove dikelola swasta penting perhatian bagi pemkot, karena telah memberikan dampak baik bagi kota Balikpapan, baik nasional maupun internasional," tuturnya.

Oddang berharap, hutan mangrove atau mangrove center di Graha Indah, Balikpapan Utara, yang dikelola Agus Bei, mendapat perhatian pemkot Balikpapan. "Ini telah mengangkat nama baik Balikpapan, dan mendapatkan penghargaan Kalpataru, mestinya harus di support, walaupun pengelolaan oleh swasta," urainya.

Bahkan, disaat bersamaan dalam kegiatan diskusi atau edukasi bersama siswa dan mahasiswa digelar, di Mangrove Center pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, tak dapat hadir, sebagai perwakilan pemerintah.

Syarifuddin Oddang menilai, pihak dinas terkait, tidak ada keseriusan dalam pengelolaan hutan mangrove saat ini. Terlihat tidak adanya dukungan disaat pelaksanaan edukasi maupun dukungan anggaran.

Sementara, Oddang menegaskan kalau pihaknya, siap mengalokasikan anggaran terkait pengelolaan mangrove ini. Namun, pihak dinas yang tidak memberikan dukungan tersebut. (ay/*)