Kamis, 14 JULI 2022
BALIKPAPAN-Anggota DPRD Kota Balikpapan menanggapi hal terkait keterlambatan penyediaan seragam sekolah gratis yang dijanjikan oleh Pemerintah.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Parlindungan menyampaikan soal keterlambatan seragam sekolah yang sebenarnya bisa diantisipasi di awal karena ini program RPJMD sudah jauh hari dibahas dan pasti sudah ada dokumen yang disiapkan sehingga tidak ada keterlambatan seperti sekarang.
"Jika bicara masalah sekarang spek, sebenarnya sudah ditentukan di awal saat pengajuan anggaran, jangan saat anggaran dianjurkan barulah bicara spek. dan E-Katalog sudah jelas, dokumen hanya sebentar saja dibuat," kata Parlindungan, Rabu (13/7/2022).
Nantinya, ini juga akan menjadi bahan bagi DPRD untuk mengevaluasi dengan Dinas Pendidikan terkait hal ini, sehingga tidak menimbulkan gejolak baru di masyarakat.
Masyarakat sekarang sudah disibukkan dengan anak - anak yang masuk sekolah dan harus membeli seragam, menunggu seragam gratis tetapi belum lelang masih uji lab dan segala macam.
"Sehebat apasih seragam sekolah sampai harus uji lab, kita ada standarisasi untuk seragam sekolah, tidak perlu membuat sesuatu menjadi berlebihan menurut saya, yang terpenting layak dipakai dan nyaman saat disekolah," ujarnya.
Parlindungan mengatakan bahwa diawal untuk Pemerintah harus sudah menyiapkan hal itu karena sudah ada di program RPJMD Walikota, pada saat Walikota kampanye sudah ada janji menyiapkan seragam gratis tersebut.
"RPJMD bukan minggu kemarin dibuat, ketika beliau dilantik menjadi Walikota sudah jadi RPJMD nya yang harus disikapi oleh OPD, dan jangan sampai terlambat," ucapnya.
Terkait seragam sekolah gratis, anggaran senilai 19.06 Milyar terjadi pergeseran anggaran menjadi 23M sekian, sedang diajukan ke Provinsi atas program - program di Diknas. berkaitan dengan spesifikasi dari seragam yang akan dibagikan.
"Tetapi belum tahu spek nya seperti apa, jika bicara spek sekarang menyangkut masalah spesifikasi berarti saat Dinas mengajukan anggaran kegiatan di 2022 murni artinya tidak valid, hanya asal membuat saja artian nya, seharusnya tidak boleh terulang," ujarnya.
Parlindungan menambahkan, bahwa banyak pengaduan dari orang tua yang mengharuskan membeli seragam terlebih dahulu dan menunggu sampai bulan September, artian nya sama saja disuruh membeli, berarti tidak ada yang gratis," tandasnya. (Adys/adv/*)