Senin, 21 JUNI 2021
BALIKPAPAN-Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono menilai, banyaknya siswa lulusan SD tidak tertampung dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun ini, dikarenakan daya tampung sekolah SMPN sangat terbatas.
Menurutnya, sekolah SMPN di Balikpapan hanya 23 sekolah sementara lulusan SD dari 90 sekolah, tidak dapat terlayani dengan maksimal.
"Kita tidak boleh juga, menjastis pihak Disdikbud bahwa tidak dapat bekerja dengan maksimal. Diakui, jumlah lulusan SD tidak sebanding dengan ketersediaan sekolah SMPN sekarang ini," urainya, Senin (21/6/2021).
"Sekolah SMPN hanya 23, jadi ini tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD. PPDB kali ini juga diatur dalam Permendikbud 1 tahun 2021 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK," katanya.
Untuk diketahui, penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun 2021-2022 bagi siswa SMPN Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dimulai sejak tanggal 17 hingga 25 Juni.
PPDB tahun ajaran 2021-2022, juga dibagi menjadi beberapa jalur. Zonasi minimal 50 persen, afirmasi atau gakin minimal 15 persen, perpindahan orang tua maksimal 5 persen, dan prestasi 30 persen.
Sementara, jumlah kelulusan untuk siswa SD di Balikpapan totalnya mencapai 11.435 siswa. Sedangkan daya tampung SMP Negeri di Balikpapan hanya mencapai 5.805 siswa. Sehingga bisa dipastikan terdapat 5.635 siswa Balikpapan yang melanjutkan ke SMP swasta. (Ahmad Yani)