Pembangunan SMP Baru di Balikpapan Utara Dimulai 2026, DPRD Target Rampung Akhir Tahun

Selasa 28 April 2026

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai merealisasikan pembangunan satu unit sekolah menengah pertama (SMP) baru di kawasan Balikpapan Utara, tepatnya di Grand City, pada tahun anggaran 2026.

Proyek ini diharapkan dapat menambah daya tampung pendidikan, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan fasilitas sekolah.

Gasali Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan - adys

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengungkapkan bahwa proses lelang proyek tersebut telah berjalan dan saat ini tinggal menunggu penetapan pemenang.

"Informasinya sudah masuk tahap lelang. Kita harapkan pemenangnya nanti benar-benar mampu bekerja sesuai target,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia memperkirakan pekerjaan fisik pembangunan dapat mulai dilaksanakan pada pertengahan Mei 2026, setelah seluruh tahapan administrasi rampung. Dengan rencana satu tahun anggaran, proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.

" Kalau melihat tahapan, seharusnya pertengahan Mei sudah mulai pekerjaan fisik. Targetnya selesai di akhir tahun agar 2027 sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Gasali menyebut nilai proyek pembangunan sekolah tersebut sekitar Rp20 miliar.

Ia menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan SMP baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan di Balikpapan, terutama di kawasan utara yang masih membutuhkan tambahan fasilitas sekolah.

Namun demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran membuat rencana pembangunan sekolah lain di wilayah selatan, tepatnya kawasan Islamic Center, harus ditunda.

"Awalnya direncanakan ada dua pembangunan, di utara dan selatan. Tapi karena kondisi anggaran, sementara ini yang diprioritaskan di utara,” katanya.

Ia menambahkan, kawasan Islamic Center tetap masuk dalam rencana pengembangan pendidikan terpadu ke depan, mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Bahkan untuk jenjang SMA, pembangunan direncanakan melibatkan dukungan dari pemerintah provinsi. Gasali berharap, jika kondisi keuangan daerah membaik, pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan tersebut dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.

" Kita harapkan ke depan bisa dilanjutkan, karena kebutuhan sekolah masih cukup besar. Yang penting sekarang fokus menyelesaikan yang sedang berjalan,” tandasnya. (Adys/*)