Selasa 21 April 2026
BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan menilai kenaikan harga tiket pesawat yang beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan publik, dan perlu mendapat perhatian serius.
Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan informasi terkait lonjakan harga tiket hingga puluhan juta rupiah perlu dipahami secara proporsional.
Ia menegaskan bahwa harga tersebut berlaku untuk kelas tertentu.
"Harga tiket yang sampai Rp20 juta hingga Rp25 juta itu untuk kelas bisnis, bukan ekonomi. Untuk kelas ekonomi masih relatif wajar,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat tidak terlepas dari berbagai faktor eksternal yang memengaruhi industri penerbangan secara global. Di antaranya kondisi geopolitik internasional serta komponen biaya operasional seperti bahan bakar.
"Ada faktor seperti kondisi di Timur Tengah yang berdampak pada jalur penerbangan, kemudian biaya bahan bakar juga berpengaruh. Jadi ini bukan semata-mata faktor lokal,” jelasnya.
Fauzi mengakui, dampak kenaikan harga tiket mulai dirasakan oleh pelaku usaha di Balikpapan, terutama sektor yang membutuhkan distribusi cepat. Usaha yang bergerak di bidang makanan segar atau produk dengan masa simpan pendek menjadi yang paling terdampak.
" Karena mereka sangat bergantung pada kecepatan pengiriman, otomatis biaya operasional ikut meningkat,” katanya.
Selain itu, ia menyebut sekitar 70 persen kebutuhan bahan baku di Balikpapan masih dipasok dari luar daerah. Meski demikian, untuk kebutuhan pokok dinilai masih relatif aman karena sebagian besar distribusi menggunakan jalur laut yang lebih stabil dari sisi biaya.
" Kebutuhan pokok sebagian besar lewat kapal, jadi dampaknya tidak terlalu besar. Yang lebih terasa itu pada mobilitas masyarakat yang memang bergantung pada pesawat,” tambahnya.
Ia menegaskan, meskipun sektor penerbangan merupakan kewenangan pemerintah pusat, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian serius.
DPRD berharap ada langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga tiket pesawat agar tidak berdampak lebih luas terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
*Harapannya harga tiket bisa kembali stabil dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda ekonomi di Balikpapan,” tutupnya. (Adys/*)