DPRD Balikpapan Respons Kekhawatiran Mahasiswa soal Kekurangan Guru

Selasa 7 April 2026

BALIKPAPAN– Kekurangan tenaga pengajar di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius, terutama setelah disuarakan oleh mahasiswa dalam forum RDP Komisi IV DPRD bersama BEM FKPB UNIBA.

Kekhawatiran akan minimnya regenerasi guru dinilai dapat berdampak pada kualitas pendidikan ke depan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, mengatakan pihaknya menerima aspirasi mahasiswa dengan baik.

Ia menyebut, kekhawatiran tersebut muncul karena banyak mahasiswa dari program pendidikan yang melihat langsung potensi kekurangan guru di masa mendatang.

"Mahasiswa mempertanyakan soal regenerasi guru, karena kelangkaan ini menjadi kecemasan mereka. Mereka khawatir ke depan tidak ada kesinambungan tenaga pengajar,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Hamid menjelaskan, rekrutmen guru ASN memang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tidak bisa secara langsung melakukan penerimaan.

Namun demikian, Pemkot Balikpapan bersama DPRD tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan tenaga pengajar tetap terpenuhi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadopsi skema dari daerah lain, seperti DKI Jakarta, melalui mekanisme penyedia jasa layanan perorangan (PJLP). Program ini membuka peluang bagi tenaga pengajar untuk direkrut melalui pihak ketiga.

"Karena rekrutmen PPPK sudah ditutup, kita membuka peluang melalui PJLP agar kekurangan guru bisa diatasi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini sekitar 600 tenaga pengajar telah direkrut melalui skema tersebut, mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP. Program ini dibiayai melalui APBD sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pendidikan.

Meski demikian, Hamid menegaskan bahwa DPRD hanya berperan dalam fungsi pengawasan dan pengendalian kebijakan. Sementara teknis pelaksanaan sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Pendidikan. 

" Kami di DPRD mengawal dan menyampaikan aspirasi. Teknisnya tentu di Dinas Pendidikan,” katanya.

Ia berharap, langkah ini dapat menjawab kekhawatiran mahasiswa sekaligus membuka peluang bagi calon guru untuk tetap berkontribusi di dunia pendidikan.

" Harapannya, ini bisa memberi semangat kepada para mahasiswa. Karena yang mereka takutkan kedepan nya setelag lulus akan menganggur, tidak ada peluang. Jadi dengan adanya RDP ini, kami komisi IV menjawab kecemasan mereka bahwa peluang menjadi guru di Balikpapan masih terbuka,”tandasnya. (Adys/*)