DPRD Apresiasi Rekayasa Lalu Lintas Agung Tunggal, Dishub Siapkan Penutupan Median Bertahap

Kamis 2 April 2026

BALIKPAPAN — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Yusri, menyatakan dukungan terhadap langkah Dinas Perhubungan yang mulai melakukan rekayasa lalu lintas di Simpang Agung Tunggal, Jalan MT Haryono.

Kebijakan ini dinilai sebagai solusi yang sudah lama dinantikan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

H. Yusri Ketua Komisi III DPRD Balikpapan. (Adys)

Menurut Yusri, kondisi lalu lintas di Agung Tunggal memang kerap padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Padahal, ruas jalan tersebut sejatinya bukan jalur utama, melainkan akses alternatif menuju kawasan Perumahan Balikpapan Baru dan sejumlah wilayah di Damai Baru.

"Langkah ini sudah tepat. Kita melihat kondisi di lapangan memang sering terjadi penumpukan kendaraan. Dengan rekayasa ini, diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar dan tidak menumpuk di satu titik,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah disiapkan.

Menurutnya, keberhasilan rekayasa lalu lintas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kedisiplinan pengguna jalan.

" Kalau masyarakat ikut tertib, tentu dampaknya akan lebih maksimal, baik dari sisi kelancaran maupun keselamatan,” tambahnya.

Yusri juga menilai kinerja Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, cukup progresif dalam menghadirkan inovasi penataan lalu lintas di kota ini.

Sementara itu, Fadli menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas di Simpang Agung Tunggal mulai diterapkan pada Jumat (3/4/2026), diawali dengan penutupan median jalan sebagai titik konflik kendaraan.

" Penutupan median ini merupakan hasil kajian bersama dalam forum lalu lintas sebelum Ramadan. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, pemasangan beton blok sudah dilakukan pada Kamis (2/4/2026), membentang dari depan Toko Gramedia hingga ke arah Kedai Kopi Bubur Nikmat.

Untuk kedepannya, jumlah beton pembatas akan ditambah hingga menutup akses median sampai mendekati lampu lalu lintas.

Untuk mendukung mobilitas pengendara, Dishub juga menyiapkan dua titik putar balik alternatif, yakni di depan Toko Harvest dan kawasan Perumahan BDI.

Fadli menambahkan, meski penutupan median direncanakan bersifat permanen, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas kebijakan tersebut di lapangan.

"Kami berharap masyarakat bisa menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti pengaturan yang sudah ditetapkan demi kelancaran bersama,” pungkasnya. (Adys/*)