Kamis 26 Pebruari 2026
BALIKPAPAN — Kebijakan penyediaan parkir khusus berbayar di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan kembali menuai sorotan.
Sejumlah anggota DPRD Kota Balikpapan menilai tarif layanan tersebut cukup tinggi dan belum menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pengguna jasa bandara.

Hal itu muncul saat rombongan Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi lapangan pada beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Haris, menyampaikan bahwa fasilitas bandara sejatinya disediakan untuk kepentingan umum, sehingga pemisahan layanan dengan biaya tambahan dinilai perlu ditinjau kembali.
"Apabila tidak ada urgensi operasional yang kuat, keberadaan parkir eksklusif sebaiknya ditiadakan agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda bagi pengguna," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Skema parkir tersebut menetapkan tarif Rp75 ribu untuk 60 menit pertama, lalu Rp25 ribu untuk setiap jam berikutnya.
Area layanan tersedia di zona kedatangan maupun keberangkatan terminal.
Menanggapi hal itu, General Manager bandara, Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengaturan arus kendaraan di kawasan terminal.
Ia menyebut sebelumnya area lantai satu kedatangan kerap mengalami kepadatan akibat kendaraan menunggu penumpang terlalu lama.
Untuk mengurai antrean, jalur tersebut kini difungsikan hanya sebagai titik penjemputan singkat. Pengemudi yang belum bertemu penumpang diarahkan ke area parkir reguler yang telah disediakan.
Sementara di terminal keberangkatan, kendaraan hanya diperbolehkan berhenti maksimal tiga menit di jalur drop off.
Iwan menegaskan layanan parkir VIP bersifat opsional dan kuotanya dibatasi agar tidak memicu penumpukan kendaraan.
"Ini hanya pilihan bagi pengguna yang membutuhkan akses lebih dekat. Parkir reguler tetap tersedia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsep serupa telah diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Meski begitu, pihak pengelola memastikan terbuka terhadap masukan DPRD Kota Balikpapan demi peningkatan pelayanan, mengingat peran bandara sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur sekaligus akses menuju Ibu Kota Nusantara. (Adys/*)