Kembang Kempes Kepiting Soka, di Kampung Nelayan Berdasi

Selasa, 20 Oktober 2020

BALIKPAPAN-Kampung Nelayan Berdasi, begitulah orang sekitar menyebutnya. Nama sebenarnya, desa Solok Oseng, berada di daerah Kariangau, wilayah Barat, Balikpapan.

Desa Solok Oseng, Kariangau, tak banyak orang tahu. Kira-kira, tahun 2018 lalu, warga Solok, memulai budidaya kepiting soka, kemudian merubah nama, "Kampung Nelayan Berdasi."

Kampung Nelayan Berdasi, desa Solok Oseng

Dengan nama, Kampung Nelayan Berdasi, barulah daerah ini mulai dikenal, ditambah dengan khas "Kepiting Sokanya."

Tidak sulit, bagi warga Balikpapan atau daerah luar ingin mengunjungi, Kampung Nelayan Berdasi. Mengikuti jalan poros Balikpapan-Kariangau, pelabuhan Feri, tepatnya jalan Manuntung, sekira 500 meter, memasuki jalan, cukup untuk kendaraan roda empat.

Kepiting Soka dibudidayakan, kelompok nelayan, "Patra Bahari Mandiri," menjadikan Kampung Nelayan Berdasi sebagai "Wisata Bahari" di Balikpapan.

Wisata Bahari, dimiliki RT. 03, kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat ini, mampu menggerakkan ekonomi warga. Meski pengelolaan wisata Bahari, Kariangau bukan profit oriented.

Seorang anak memberi pakan ikan di Tambak, Kampung Nelayan Berdasi

Setidaknya, dapat mengubah wajah warga nelayan, merasa bangga sebagai warga nelayan.

Keberadaan "Kampung Nelayan Berdasi" ternyata, tidak dipandang sebelah mata.

Dukungan Pertamina sebagai BUMN melalui CSR (Corporate Social Responsibility) kelompok nelayan "Patra Bahari Mandiri" tetap eksis sampai saat ini, meski pandemi Covid 19, mengancam segala sektor usaha.

Sebagai pengelola wisata Bahari, Kampung Nelayan Berdasi, Rustam sempat mengalami "kembang kempesnya" Kepiting Soka, saat memulai usaha ini, bersama sepuluh orang warga desa Solok Oseng.

Meski diawal, sempat mengalami penolakan warga, untuk memulai mimpinya. Tidaklah mudah, tentu memerlukan modal cukup besar.

Perlahan tapi pasti, seiring dengan program Kementerian Perikanan, di 2018 lalu. Adanya, budidaya "Kepiting Soka," memantapkan mimpinya, dengan cucuran keringat.

Kampung Nelayan Berdasi, berhasil mendirikan badan usaha sendiri. Dengan menghasilkan produk, Kepiting Soka Prozen, Kerang Dara, Vaname Beku dan Tiram (kerang-kerangan).

Produk Kampung Nelayan Berdasi

Keempat produk, dihasilkan "Kampung Nelayan Berdasi" itu, sebagai upaya, untuk bersaing dipasaran. Produk itu juga, sudah memasuki usaha retail dengan kemasan menarik, wisata Bahari.

Kampung Nelayan Berdasi, memiliki wisata Bahari, menyediakan spot pemancingan, dengan berbagai macam jenis ikan tambak.

Bahkan, terdapat kasebo, dapat disewa dengan harga terjangkau, kapasitas 30 orang.

"Kami berterima kasih, kepada Pertamina. Melalui CSR nya, Kampung Nelayan Berdasi ini, sudah didampingi selama tiga tahun," ungkap Rustam, Sabtu (17/10/2020).

Melalui program CSR Pertamina, Kampung Nelayan Berdasi, memiliki berbagai peralatan, pengembangan usaha.

Dengan seribu keranjang (basket) Soka, mampu menghasilkan 300 Kg/bulan.

"Sifatnya, kami ini kan, edukasi, bukan profit oriented. Agar warga nelayan di sini memahami cara budi daya kepiting soka. Dan mengangkat harkat dan martabat para nelayan," harapnya.

Rustam, Pengelola Kampung Nelayan Berdasi

Ayah dari tiga anak itu, menggarap sekira 2 hektar, kurang lebihnya, lahan tambak, kepiting Soka. Mampu meyakinkan warga kampung Nelayan Berdasi, sebagai warga bermartabat.

Ia berharap, warga nelayan tidak merasa pesimis. Menyandang profesi nelayan, karena nelayan juga bisa berdasi, melalui hasil program-program yang dicapai.

Menurutnya, wisata Bahari menjadi lahan edukasi bagi warga yang ingin belajar terkait, budi daya Soka.

"Alhamdulillah, lewat pelatihan dihadirkan CSR Pertamina, wisata Bahari menjadi salah satu pilihan wisata keluarga, dan kerabat yang menyenangkan," urai Rustam.

Basket Kepiting Soka

Sementara, Ketua RT. 03 Kampung Nelayan Berdasi, desa Solok Oseng, Kariangau Abdul Syahril mensupport kegiatan kelompok nelayan, "Patra Bahari Mandiri" dengan ketekunannya, menjadikan Kampung Bahari, dikenal banyak orang.

Ia berharap, "Patra Bahari Mandiri" tetap eksis dalam pengembangan usaha, kepiting Soka. Dan warga Kampung Nelayan Berdasi, dapat berdaya guna, kreatif dalam pengembangan budidaya perikanan. 

Untuk diketahui, Kelompok Nelayan "Patra Bahari Mandiri" tetap eksis ditengah pandemi COVID-19, meski kembang kempes dialami, edukasi dan pencerahan warga nelayan tetap jalan. 

Penulis/Editor: Ahmad Yani