
Kamis 24 Juli 2025
MAHULU - Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Mertina Wau prihatin terhadap kemarau panjang yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu.
Kondisi ini acap kali terjadi di Mahulu, memicu penurunan drastis debit Sungai Mahakam. Dampaknya, warga di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Long Apari menghadapi krisis berlapis yakni kelangkaan bahan pangan, BBM, listrik, hingga jaringan telekomunikasi.
Martina Wau, menilai.perlunya program pemerintah dalam menangani situasi tersebut yang kadang berlangsung lama tanpa solusi jangka panjang.
"Permasalahan ini, krisis pangan, krisis BBM yang menyebabkan juga krisis listrik dan jaringan telekomunikasi, merupakan masalah klasik yang berulang-ulang setiap tahunnya di Kecamatan Long Apari, dari sejak zaman saya lahir tahun 1981 di Kampung Tiong Ohang sampai saat ini,” kata Martina, belum lama ini.
Menurutnya, program sembako murah dan subsidi ongkos angkut (SOA) yang selama ini dijalankan pemerintah belum meniadi solusi tepat untuk menyelesaikan akar persoalan.
"Sembako murah dan SOA bukan solusi yang tepat karena sifatnya hanya sementara. Keadaan tersebut akan terus berulang dan terulang lagi setiap tahunnya bila itu saja solusi yang ditawarkan pemerintah kepada masyarakat kami di Kecamatan Long Apari,” jelasnya.
Martina menyebut masyarakat Long Apari sudah lelah menghadapi krisis serupa yang terus berulang setiap musim kemarau.
Ia meminta pemerintah lebih serius menghadirkan solusi permanen. Masyarakat butuh solusi konkret dari pemerintah dan berjangka panjang, yaitu agar pemerintah memprioritaskan program pembangunan infrastruktur jalan bagi masyarakat di Kecamatan Long Apari.
Ia katakan, sungai Mahakam menjadi satu-satunya jalur transportasi utama, namun kondisi sungai yang deras dan berbahaya, terutama di musim kemarau atau penghujan, kerap menimbulkan korban.
"Tidak ada lagi warga yang harus kehilangan nyawa hanya karena akses jalan yang tidak layak," urainya.
BACA JUGA: https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/9231-dprd-mahulu-dorong-sinergitas-dan-transparansi-anggaran
*Jangan lagi ada korban jiwa dari masyarakat, bahkan keluarga kami, akibat dari ganas dan derasnya arus riam Sungai Mahakam yang selama ini menjadi satu-satunya jalur transportasi kami,”harapnya.
Kondisi ini juga membuat listrik hanya bisa dioperasikan secara bergiliran. Di sisi lain, jaringan komunikasi melemah, dan kasus penyakit ISPA mulai meningkat, terutama pada anak-anak.
Meski, pemerintah kabupaten tengah menyiapkan draf penetapan status siaga darurat dan mendistribusikan bantuan beras dari Dinas Ketahanan Pangan.
Namun di tengah distribusi bantuan itu, desakan warga seperti yang disuarakan, perlunya solusi jangka panjang, bukan hanya respon darurat tahunan.
Kemarau di Mahakam Ulu bukan lagi sekadar bencana musiman, tapi cermin nyata kesenjangan infrastruktur.
Di tengah keterisolasian dan harga logistik yang melambung, desakan warga perbatasan menjadi peringatan bahwa pendekatan sementara tak lagi cukup. (Adv/DPRDMahulu/*)