
Rabu 30 Juli 2025
BALIKPAPAN – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Dr. Bonifasius Belawan Geh, S.H., M.E., menegaskan, pentingnya perencanaan kawasan pendidikan yang terintegrasi dan berbasis potensi lokal dalam penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Kawasan Pendidikan.
Bupati menilainya disaat kegiatan Presentasi Laporan Masterplan dan DED Kawasan Pendidikan, Penyusunan Dokumen Kajian Audit Tata Ruang, serta Penyusunan SOP Penilaian Pelaksanaan dan Penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Balikpapan, Rabu (30/07/2025).
Menurut Bupati Mahulu, sejak awal Pemkab Mahulu telah merencanakan pembangunan kawasan pendidikan yang menyeluruh, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Untuk jenjang SMA dan SMK.
Pemkab Mahulu berharap dapat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi. Keinginan Pemkab kawasan pendidikan dapat terintegrasi, seluruh jenjang pendidikan hadir dalam satu lokasi.
Maka itu, Bupati meminta evaluasi terhadap ketersediaan lahan. Bila diperlukan, perluasan kawasan bisa dilakukan melalui rekomendasi Dinas PUPR dan penyesuaian tata ruang.
Bupati menilai, efisiensi lahan dapat dilakukan dengan pembangunan gedung bertingkat. Namun perlu diperhitungkan juga keberadaan fasilitas pendukung seperti lapangan dan ruang praktik, apalagi jika mencakup SMK pertanian dan teknik.
Sementara sisi lain ia katakan, pentingnya memastikan luasan kawasan yang memadai agar seluruh kebutuhan pendidikan dapat terakomodir secara optimal.
Selain, mendorong agar pembangunan kawasan pendidikan turut memperhatikan identitas budaya lokal. Dan memiliki potensi pariwisata yang besar.
"Oleh karena itu, bangunan-bangunan yang ada sebaiknya menampilkan ornamen khas daerah sebagai bentuk penguatan muatan lokal," ungkapnya.
BACA JUGA: https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/9110-perlunya-pembangunan-masyarakat-berkelanjutan
Bupati juga menyatakan, konteks pendidikan kejuruan, sehingga keberadaan SMK sangat penting dan strategis, khususnya di bidang pertanian, teknik, dan pariwisata.
Diketahui, pertanian Mahulu sebagai budaya masyarakat Mahulu. Maka SMK pertanian berbasis teknologi modern sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi petani masa depan.

"Pemerintah Provinsi dapat mengakomodasi pembangunan minimal tiga SMK di Mahulu. Namun jika belum memungkinkan, Pemkab Mahulu siap mendukung pembangunan satu diantaranya," harap Bupati.
Bupati Mahulu Bonifasius juga menilai, SMK berperan penting dalam menggali dan mengelola potensi daerah, terutama sektor pariwisata yang ke depan diharapkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mahulu. (Adv/DiskominfoMahulu/*)