
Jumat 6 Juni 2025
UJOH BILANG - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Petrus Higang menilai alokasi APBD Mahulu selama ini belum sepenuhnya menyentuh masyarakat, khususnya peningkatan kesejahteraan, di sektor pertanian.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Mahulu Petrus Higang mengatakan, ini terlihat dari kondisi pangan lokal yang hingga kini masih bergantung pada pasokan dari daerah lain.
Semestinya, potensi pertanian di Mahulu sangat besar. Namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menyoroti bahwa situasi ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat jika tidak segera ditangani melalui kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan sektor produktif daerah.
BACA JUGA : https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/8791-komisi-ii-dprd-mahulu-rdp-bersama-disparpora
Kini DPRD Mahulu memberikan khususnya sektor pertanian. Dinilai, Kurangnya dukungan infrastruktur dan pemberdayaan petani membuat sektor ini belum mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
"Makanya kita mendorong agar APBD lebih difokuskan pada program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan," ungkapnya, Jumat (6/6).
"Penguatan sektor ini pasti mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar serta meningkatkan pendapatan warga," kata Petrus Higang.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Mahulu menegaskan, pentingnya pengembangan pertanian juga dilihat sebagai langkah strategis dalam menciptakan lapangan kerja serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar lokal.
Dengan demikian, perputaran ekonomi di tingkat masyarakat bisa lebih merata dan berkelanjutan.
Melalui pembahasan APBD ke depan, DPRD berharap adanya pergeseran prioritas anggaran ke arah yang lebih berpihak pada pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Kita harapkan ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu secara menyeluruh,” tandasnya. (Adv/DPRDMahulu/*)