
Jumat 30 Mei 2025
SAMARINDA - Puluhan warga Mahakam Ulu (Mahulu) yang tergabung dalam Forum Musyawarah Peduli Mahulu mendatangi Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda.
Sejumlah warga menyuarakan aspirasi tidak hanya terkait lambannya pembangunan infrastruktur di daerah Mahulu, namun beberapa persoalan juga menjadi perhatian bagi warga Mahulu.

Warga Mahulu tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli ini, menggelar demonstrasi di halaman Kantor DPRD Kaltim, pada Rabu (28/5).
Sebagaimana diketahui bersama, Ketua DPRD Mahulu Devung Paran telah menyampaikan perhatiannya terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Mahulu, agar pemprov Kaltim memberikan perhatian.
Devung Paran menilai, berbagai persoalan masyarakat Mahulu, hal utama yang perlu segera direalisasikan adalah koneksivitas infrastruktur jalan. Untuk kemudahan akses bagi warga setempat.
"Kami tetap mendorong ini, demi masyarakat Mahulu baik langsung ke pemkab Mahulu maupun ke tingkat provinsi," urainya, belum lama ini.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Mahulu (FMPM), Bambang Edy Dharma, menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, meminta DPRD Kaltim untuk menggunakan hak budget dan pengawasan secara maksimal terhadap Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.
Seorang warga Mahulu tergabung dalam FMPM, Margareta Anjelica Ajai, asal Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, mengkritisi belum meratanya distribusi listrik dari Perusahaan Listrik Negara di wilayah Mahulu.
Dia mencontohkan, di daerah Long Bagun, sering mengalami pemadam.lampu. Pemadaman dilakukan dikarenakan kehabisan solar atau kerusakan alat pembangkit.
Sementara desa lain, seperti Long Melaham, jaringan listrik belum memadai dan bahkan tidak pernah menyala 24 jam.
Selain persoalan listrik, Margareta juga menyinggung ketimpangan akses terhadap pelayanan air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM).
BACA JUGA:
Ia menyampaikan, di Ujoh Bilang, yang merupakan pusat kabupaten, masih terdapat warga yang belum menikmati PDAM.
Dalam forum tersebut, Margareta juga menyoroti harga barang kebutuhan pokok yang justru lebih murah dari Malaysia dibandingkan produk Indonesia.
Menurutnya, hal ini akibat distribusi yang tidak merata dan minimnya dukungan logistik dari pemerintah Indonesia.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud, turut memahami keresahan masyarakat Mahulu. Pihaknya menampung dan menyalurkan aspirasi warga Mahulu ke pemerintah provinsi dan pusat.
Dia berharap, program percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur, bisa segera direalisasikan di Mahakam Ulu. (Adv/DPRDMahulu/*)