Berharap Jembatan Muara Ratah Dilalui Warga Tering

Jumat 9 Mei 2025

BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) melalui Komisi III mendatangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), mempertanyakan status pekerjaan jembatan Muara Ratah hingga kini belum dapat digunakan.

Jembatan Muara Ratah adalah jalur masyarakat Mahulu, yang menghubungkan Ujoh Bilang ke Tering. Jembatan ini menjadi satu-satunya jalan dapat menghubungkan kedua daerah ini tanpa menggunakan kapal atau perahu penyeberangan sungai.

Saat ini masyarakat Mahulu mempertanyakan penggunaan jembatan Muara Ratah. Pembangunannya mendapatkan anggaran daerah juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Ketua II DPRD Mahulu Desiderius Dalung Lasah mengatakan, kunjungannya sesuai dengan aspirasi masyarakat, selama ini banyak mendapatkan masukan terkait kapan jembatan Muara Ratah digunakan.

"Sampai kapan masyarakat Mahulu harus merogoh kantong agak dalam yang melalui jalur darat,” ungkapnya.

"Kami pun merasakan sendiri, atas keluhan dari masyarakat ini, kapan jembatan Muara Ratah dapat dilalui,” tegasnya.

Selain, Wakil Ketua II DPRD Mahulu Desiderius Dalung Lasah mempertanyakan kondisi jembatan Muara Ratah.

Sejumlah anggota DPRD lain pun memiliki pertantayaan yang sama Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Komisi III, Petrus Higang, A.Md., Kep., menyampaikan banyaknya keluh kesah masyarakat dengan tarif penyeberangan yang sangat mahal.

Terlebih kendaraan roda empat yang memuat barang-barang kebutuhan pokok untuk masyarakat Mahulu. Menurutnya, hal ini berimbas pada tingginya harga kebutuhan pokok yang ada di Mahulu.

"Kapan masyarakat bisa menikmati akses jembatan Muara Ratah, karena sudah banyaknya masyarakat Mahulu yang mengeluh dengan mahalnya tarif penyeberangan, terlebih pada malam hari,” tegas Petrus Higang.

Menanggapi hal tersebut, BBPJN Kaltim melalui Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2, Akmizal, S.T., M.T, mengatakan sesungguhnya Jembatan Muara Ratah sudah dapat dilalui, namun terdapat oknum yang menghalangi penyelesaian jembatan tersebut.

BACA: 

https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/8632-jembatan-sungai-ratah-akhirnya-dapat-dilalui-masyarakat-mahulu

"Jembatan Ratah sebenarnya sudah selesai, dan sudah dapat dilalui, hanya saja kami mendapatkan info bahwa, terdapat oknum yang meminta untuk jangan dulu melintasi jembatan tersebut,” ungkap Akmizal.

Lebih lanjut, Akmizal meminta bantuan kepada Anggota DPRD Mahulu dan Pemerintah Kabupaten Mahulu untuk dapat berbicara dan mensosialisasikan kepada oknum dimaksud, agar masyarakat dapat menikmati dan melalui akses jembatan Muara Ratah.

"Kami meminta kepada bapak ibu anggota DPRD agar dapat disosialisasikan kepada oknum tersebut, agar jembatan Muara Ratah dapat dilalui oleh masyarakat,” pintanya.

Setelah mengetahui duduk perkara, Wakil Ketua II DPRD Mahulu hingga saat ini terus berkomunikasi dengan intens dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, BBPJN & Pemerintah Kabupaten Mahulu.

Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas, agar Jembatan Muara Ratah sudah dapat diresmikan dan dilalui.

Untuk diketahui pertemua ini dipimpin Wakil Ketua II DPRD Mahulu, Desiderius Dalung Lasah dan didampingi Wakil Ketua Komisi III, Petrus Higang, A.Md., Kep., Anggota Komisi III, Weny, S.E., Anggota Komisi III, Subhan Nor, dan Anggota Komisi III, Agustinus Tului, S.H., M.H. (adv/DPRDMahulu/*)