Jumat 19 Juli 2024
UJOH BILANG - Banjir besar yang melanda Mahakam Ulu (Mahulu) pada Mei 2024 lalu masih menyisakan kerusakan dibeberapa tempat. Diantaranya pelabuhan yang berada di Kecamatan Long Bagun.
Di kecamatan ini, ada empat pelabuhan yang rusak dan perlu penanganan dengan biaya yang tak sedikit. Empat pelabuhan itu masing-masing berada di Kampung Ujoh Bilang, Kampung Long Melaham, Kampung Batoq Kelo dan Kampung Batu Majang.
Koordinator Bidang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Dishub Mahulu Papilus Panyu mengakui banjir besar setinggi empat meter yang melanda Mahulu memang membawa dampak yang luar biasa terhadap infrastruktur pelayanan publik.
Salah satunya adalah dermaga pelabuhan kendaraan sungai yang menjadi tumpuan moda transportasi di Kabupaten Mahulu.
"Salah satunya adalah dermaga pelabuhan-pelabuhan yang ada di kecamatan Long Bagun terutama. Nah di kecamatan ini ada empat titik yang terpengaruh," katanya, Jumat (19/7/2024).
Ia menyebut, pasca banjir keempat pelabuhan ini lepas dari posisi semula. Hal ini cukup menjadi beban tersendiri bagi Dishub Mahulu. Pasalnya, dermaga itu harus ditarik lagi ke posisi semula.
"Nah masing-masing itu kondisinya lepas dari posisi awal. Jadi kita lakukan penanganan setelah pasca banjir," ujarnya.
Pengembalian pelabuhan ke posisi awal adalah salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu melalui Dishub agar pelayanan transportasi kembali berjalan maksimal.
Tak hanya itu, ponton sebagai penopang dermaga pelabuhan pun juga ikut hanyut sehingga Dishub harus menariknya kembali.
Ponton atau tongkang adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau digunakan untuk mengakomodasi penumpang saat pasang-surut air laut pada dermaga apung.
"Karena ponton yang ada di pelabuhan Ujoh Bilang itu hanyut yang pertama ya kita tariklah, kita tarik kembali dan posisikan di tempat semula," ucapnya.
Kini pelabuhan tersebut telah kembali ke tempat semula. Meski akibat dampak banjir itu, ada beberapa kerusakan yang harus direhabilitasi kembali oleh Dishub.
"Kita masukkan ke posisi semula karena dia lepas dari tiang penyangganya itu. Kemudian kita lakukan rehab ringan karena kemarin waktu hanyut itu banyak yang rusak," tuturnya.
"Dindingnya rusak, WCnya rusak, atap juga termasuk dan bahkan fasilitas di dalam juga terdampak. Sehingga itu sampai sekarang masih proses juga kita kerjakan," sebutnya.
Segala fasilitas yang rusak pada pelabuhan itu terpaksa harus dilakukan perbaikan-perbaikan kembali. "Termasuk pontonnya yang ditambal, di las karena ada sedikit bocor. Nah untuk dermaga di Long Melaham juga sudah kita lakukan pemindahan ke tempat awal," jelasnya. (Adv/KominfoMahulu/*)