Pemprov Serahkan Penlok Pembangunan Sentra Pariwisata Mahulu

Rabu 17 Juli 2024

UJOH BILANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi (Penlok), untuk pengadaan tanah pembangunan Sentra Pariwisata Kabupaten Mahulu. Rencananya Sentra Pariwisata ini akan dibangun di Batoq Tenevang kampung Long Melaham, kecamatan Long Bagun, Mahulu.

Penyerahan SK Penlok untuk pembangunan Sentra Pariwisata dilaksanakan di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (16/7/2024).

Dalam penyerahan SK Penlok ini, turut hadir Kepala Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kaltim Siti Sugianti, Kepala Biro Hukum Setda Prop Kaltim Evian, Kepala Kantor Pertanahan Kubar Hariyoko, Sekretaris Dinas Perhubungan Mahulu Selaku PPK Pengadaan Tanah dan Team Sekretariat Disparpora Fery Marpaung, Petinggi Long Melaham Hendrikus Aran.

Kadis Disparpora, Yason Liah mengatakan Mahulu sebagai daerah pemekaran dari kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berdiri sejak 2013 lalu masih memiliki banyak keterbatasan.

Maka dari itu masih banyak hal yang perlu dibangun baik aksebilitas, sarana dan prasarana umum termasuk fasilitas umum dan penunjang.

"Untuk menuju pada cita-cita agar tercapai membangun Mahulu untuk semua sejahtera berkeadilan maka tahap demi tahap seluruh sektor harus terus dibenahi dan dibangun," katanya saat membacakan sambutan.

Salah satunya yang perlu dibangun adalah kegiatan kepariwisataan sebagai salah satu sub sektor andalan kabupaten Mahulu kedepannya. Dengan harapan pariwisata dapat memberi manfaat ekonomi sustainable tanpa harus mengetrasi Sumber Daya Alam (SDA).

Meski sekarang SDA masih berlimpah terutama hasil hutan dan mineral namun harus tetap dijaga demi kesejahteraan generasi selanjutnya.

Maka dari itu langkah strategis agar SDA tetap terjaga tapi tetap bisa mensejahterakan masyarakat adalah dengan menghadirkan jasa lingkungan.

"Mahulu sebagai wilayah penyangga untuk das Mahakam menjadi perhatian kita bersama agar tidak dieksploitasi secara ekstraktif. Tapi boleh dimanfaat jasa lingkungan berupa jenis-jenis wisata minat khusus, wisata alam, wisata budaya dan agro wisata," ujarnya.

Ia menyebut tujuan utama pengembangan sentra pariwisata di Mahulu adalah untuk mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Mahulu. Sentra pariwisata ini nantinya akan menghadirkan satu paket wisata.

"Sentra pariwisata ini dirancang sebagai program yang terpadu yang mengkombinasikan antara potensi alam, budaya, wisata buatan kreatif dan ekonomi kreatif," ucapnya.

Luas tanah yang dibutuhkan untuk membangun sentra pariwisata ini adalah 62,48 Hektar. Namun Ia menyebut yang akan dilakukan pembebasan saat ini baru 48,9 hektar yang terdiri dari sebelas peta bidang yang dikuasai oleh sepuluh orang warga setempat.

Untuk membangun sentra pariwisata ini perlu dilakukan empat tahapan.

"Semua proses melalui empat tahapan yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil pengadaan tanah," sebutnya. (Adv/DiskominfoMahlu/*)