Tekan Inflasi, Pemkab Mahulu Upayakan Pemaksimalan SOA

Senin 17 Juni 2024

UJOH BILANG - Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) melalui bidang ekonomi meluncurkan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) khusus bahan pokok. Program ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

 

Foto: Pelaksanaan penurunan barang di pelabuhan, Pemkab Mahulu terus berupaya agar SOA dapat digunakan untuk mengangkut barang dari Samarinda ke Mahulu demi kesejahteraan masyarakat - (Tin)

Kepala bagian ekonomi Pemkab Mahulu, Lung mengatakan salah satu hal dapat dilakukan untuk mengoptimalkan SOA adalah melalui kordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Terlebih salah satu faktor penyebab tingginya inflasi di Mahulu akibat infrastruktur jalan yang tidak terlalu mendukung. Mengingat kondisi itu, perlu adanya subsidi SOA untuk mengendalikan inflasi.

"Jadi dengan kondisi kita yang seperti ini apa yang bisa kita kerjakan ya kita kerjakan, di Mahulu ada SOA yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi sebenarnya," katanya, Senin (17/6/2024).

Sampai saat ini program SOA masih dikhususkan untuk dua kecamatan yang ada di Hulu, yaitu kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Dia berharap, kedepannya SOA ini dapat digunakan untuk mengirim kebutuhan pokok masyarakat dari Samarinda ke Mahulu. Dan menyebutnya jika melihat dari segi kesanggupan daerah untuk melakukannya, setiap daerah sanggup.

Hanya yang menjadi kendalanya adalah dari sisi aturannya, apakah dapat dilakukan atau tidak. Untuk menyatakan kebijakan tersebut bisa dilakukan atau tidak dapat dilihat dari kemampuan visal atau anggarannya.

"Dari kemampuan visalnya itu baru bisa dilaksanakan atau tidak bisa dilaksanakan, jadi kalau bahasa masyarakat itu ada duitnya ngak," ujarnya.

Apakah anggaran yang ada di sebuah daerah untuk SOA tersebut mencukupi atau tidak. Mengenai hal ini, bagian ekonomi Pemkab Mahulu sedang mencoba untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui provinsi mengenai SOA barang kebutuhan utama.

Berdasarkan data mengenai dana yang ada di Badan Pangan Nasional (BPN) terdapat anggaran sebesar 90 Triliun untuk SOA.

Hanya anggaran tersebut merupakan anggaran untuk seluruh daerah di Indonesia, untuk Mahulu sendiri belum diketahui berapa anggaran yang dapat diberikan.

"Yang digelontorkan oleh BPN itu, untuk penganggarannya kemarin itu saat melakukan pembahasan total anggarannya itu ada 90 Triliun kita ngak tau Mahulu bisa dapat berapa," tuturnya.

Kabupaten Mahulu tidak dapat menentukan besaran anggaran yang bisa diterimanya karena anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.

Tapi berdasarkan kebutuhan yang dibutuhkan Mahulu, Mahulu butuh anggaran yang besar untuk SOA.

"Banyak, itu kan untuk SOA kita hanya bisa minta sekian banyak tapi dari sana yang menentukan," jelasnya.

Hal ini mengingat untuk daerah Mahulu semua barang kebutuhan pokok berasal dari Samarinda. Selain jarak yang begitu luas, kenaikan harga di Samarinda juga secara otomatis berpengaruh terhadap harga di Mahulu.

"Kalau barangnya sudah mahal di Samarinda apalagi disini, Ia jarak kemudian harga dasarnya disana berapa," imbuhnya.

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh mengatakan ini adalah bentuk komitmen Pemkab Mahulu untuk mewujudkan program yang sudah dibuat agar dapat langsung menyentuh masyarakat.

"Ini merupakan wujud salah satu program yang terdapat dalam program Gerbangmas Mahulu, yaitu memberikan SOA bagi penumpang transportasi sungai kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Bupati menambahkan, program ini sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. "Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, oleh karena itu pada tahun ini kembali dilaksanakan dan telah  disempurnakan dengan kebijakan yang benar sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh semua masyarkat Mahulu," tandasnya. (Adv/KominfoMahulu/*)