
Rabu 12 November 2025
SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya melaksanakan festival adat dan budaya Lom Plai dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Akhmad Rifanie mengatakan, pengusulan saat ini telah lolos tahap administrasi.
Ia akan melakukan presentasi dan kurasi terkait festival Lom Plai ke Kementerian secara langsung pada 14 November nanti.
Menurutnya, festival Lom Plai di Kutai Timur telah masuk babak akhir seleksi KEN 2026 bersama empat event besar lainnya di Kalimantan Timur, yakni Borneo Culture Week 7.0, Erau Adat Kutai, dan Balikpapan Fest.
"Salah satu syarat mutlak untuk masuk dalam KEN dan diakui secara nasional, ialah konsistensi pelaksanaan yang digelar secara rutin serta berdampak bagi masyarakat," harap Akhmad Rifanie.
Ia katakan, pada tahapan ini, setiap daerah diminta menampilkan potensi dan keunggulan event mereka secara utuh, baik dari aspek pelaksanaan, kreativitas, maupun pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif.
Pihaknya sedang mempersiapkan seluruh materi dan data pendukung untuk keperluan presentasi tersebut. Festival Lom Plai memiliki ciri khas tersendiri karena mengangkat adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea.
Salah satu suku yang menjaga warisan leluhur dan harmoni dengan alam. Nilai-nilai tradisi yang dikemas dalam prosesi ritual dan kesenian menjadikan Lom Plai bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol pelestarian jati diri daerah.
"Kami siap dan optimis festival unggulan di Kutim ini, mampun kembali menembus event nasional di 2026 mendatang," tegas Akhmad Rifanie.
Ia menambahkan, festival Lom Plai yang sempat masuk agenda KEN pada tahun 2023 dan 2024, kemudian keluar dalam agenda nasional itu tahun 2025.
Meski, kegiatan budaya dan adat suku dayak wehea tersebut tidak mengurangi animo pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
"Semoga Lom Plai bisa kembali ditunjuk untuk ketiga kalinya masuk dalam jajaran event berskala nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya," harap Rifanie. (Adv/DiskominfoKutim/*)