
Senin 10 November 2025
SANGATTA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) terus melakukan upaya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat lanjut usia (lansia).
Hal itu dilakukan melalui, program dijalankan dengan pembentukan Sekolah Lansia, sebuah program pendidikan non-formal yang berfokus pada pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup di usia senja.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menegaskan, rencana pembentukan Sekolah Lansia sebenarnya telah melalui proses panjang sejak beberapa tahun terakhir. Selain dapat memberikan ruang bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, dan memperoleh pengetahuan baru di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, sosial, hingga keagamaan.
"Kalau sosialisasi Sekolah Lansia sudah berjalan beberapa tahun," ungkapnya, di Sangatta.
Menurutnya, sekolah Lansia bukanlah lembaga pendidikan baru, melainkan bentuk pengintegrasian dari program yang sudah ada.
"Konsep tersebut akan ditempelkan ke lembaga pendidikan non-formal agar pelaksanaannya lebih efisien dan mudah dijangkau masyarakat," katanya Junaidi.
" Kita mau membentuk Sekolah Lansia dengan mengintegrasikannya di dalam satu program, dan ini bukan sekolah baru,” katanya
Adapun pelaksanaan kegiatan program Sekolah Lansia nantinya akan dilakukan secara fleksibel di berbagai lokasi sesuai kebutuhan peserta, seperti di balai desa, gereja, atau kantor kecamatan.
Kemudian model pembelajaran pun akan melibatkan pamong dan tutor yang datang langsung ke tempat kegiatan dengan jadwal tertentu.
Bahkan, peserta Sekolah Lansia juga akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
"Program ini kiranya mampu membantu lansia menjaga kondisi fisik dan mental mereka agar tetap bugar, mandiri, serta berdaya di lingkungan sosialnya,* harapnya.
"Sekali lagi, ini bukan sekolah baru, tapi kita hanya mengintegrasikan program yang sudah ada ke sebuah lembaga,” tandasnya. (Adc/DiskominfoKutim/*)