Selasa 18 Pebruari 2025
OMS (orang muda sandaran): Tindakan tak terpuji mencoreng marwa Pemerintah !
Perwakilan Orang Muda Sandaran Andi Gilang menanggapi video viral yang di pertontonkan oleh salah satu dinas yang ada di Kutai Timur (Kutim).
Sebuah video viral di media sosial baru-baru ini yang menampilkan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) berjoget di atas meja kerja seolah berjoget di atas penderitaan rakyat.
Dalam video tersebut memperlihatkan beberapa orang sedang berjoget diiringi musik keras. Tampak juga beberapa di antaranya menghamburkan sejumlah uang sebagai bentuk aksi saweran.
Mewakili suara masyarakat sandaran, "Kami Orang Muda Sandaran (OMS) sangat menyangkan tindakan yang tidak mencerminkan marwa pejabat pemerintah sebagaimana mestinya, di tengah hiruk pikuk masyarakat kutim yang saat ini jauh dari kata sejahtera," ungkap Andi sapaan akrab Andi Gilang.
"Terkhususnya masyarakat sandaran yang sampai hari ini masih mengalami kesulitan akses terutama pada infrastruktur jalan, pemerintah seolah menutup mata dengan mempertontonkan tindakan yang tak senonoh," paparnya
Dinas PUPR Kutim yang harusnya melakukan penyerapan anggaran lebih banyak dan membangun infrastruktur Kutim justru diperlihatkan hal-hal seperti itu.
Dinilai menyakiti hati masyarakat terkhususnya, "kami yang ada di daerah terluar Kutim ini, yang hingga hari ini masih berjuang di tengah keterbatasan," urai Andi.
"Sampai hari ini belum ada tindakan solutif dari pemerintah untuk menjawab permasalahan yang kami hadapi di sandaran ini terutama pada kerusakan akses jalan yang menghambat mobilitas masyarakat., Jika ini dibiarkan secara terus menerus akan berdampak kesemua aspek kehidupan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Masyarakat membutuhkan perhatian, serta respon tanggap mengenai permasalahan yg kami hadapi di sandaran dan meminta agar mengevaluasi seluruh pegawai di dinas PUPR Kutim.
"Apalagi kita tahu bahwa banyak pekerjaan yang tidak terbayarkan akibat keterlambatan pengurusan berkas di tahun 2024," tegasnya.
Andi berharap, semoga ini menjadi proses perbaikan SDM di dinas PUPR Kutim.
"Kami meminta sikap tegas Bupati, bukan sekadar memeriksa tapi memastikan para oknum yang terlibat diberi sanksi. Termasuk Plt Kadis PUPR yang bertanggung jawab penuh atas insiden ini," tandasnya. (Ay/*)