
Kamis 27 JULI 2023
TELEN - Ketika Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bertandang ke beberapa kecamatan di Kutim, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya, sehingga pemkab memilih menjadi tujuan program pembangunan kedepan dinilai sasaran yang benar.

kunjungan kerja (kunker) ke kecamatan itu dilakukan dikarenakan sejumlah program peningkatan infrastruktur di kecamatan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim.
Dari hasil kunker itu Ardiansyah Sulaiman menegaskan, kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan, jembatan hingga telekomunikasi secara bertahap namun pasti akan terus dipenuhi.
Kunjungan Bupati ini didampingi Kadis PUPR, Staf Ahli Bupati, Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan Basuki Isnawan, didampingi Kades Marah Haloq Mandala, Kades Long Melah Simon, tokoh masyarakat H Aidil Fitri meninjau beberapa lokasi infrastruktur yang bakal dibangun.
Salah satu jadi sasaran program pembangunan infrastruktur, diantaranya jalan poros yang menghubungkan Desa Marah Haloq Dengan beberapa desa lainnya.
Dilanjutkan lokasi pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni Marah Haloq Dan Long Melah.
Sejumlah lokasi tersebut, Bupati mengingatkan agar pihak desa bisa menyelesaikan dahulu administrasi serah terima hibah.
Sehingga tak bermasalah di Kemudian hari. Saat bersua dengan masyarakat Kecamatan Telen, seperti biasa, Ardiansyah membuka ruang dan waktu diskusi dengan warga setempat. Banyak hal yang disampaikan oleh warga untuk ditindaklanjuti.
Sementara Kades Marah Haloq Gusti Mandala kepada Bupati langsung menyampaikan sejumlah kebutuhan telekomunikasi di desa yang ia pimpin kini terus meningkat. Namun peningkatan tersebut tak dibarengi dengan sinyal yang kuat.
Akhirnya sinyal telekomunikasi yang dibutuhkan warga hingga siswa sekolah Tak stabil alias naik turun. Pada akhirnya keadaan tersebut belum mampu menopang akselerasi perkembangan desa.
"Sinyal di sini (Marah Haloq) masih lelet pak Bupati. Mohon ini jadi perhatian, karena saat ini telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sebab Dua penyedia layanan telekomunikasi yang ada belum bisa memaksimalkan layanannya," kata Gusti, Rabu (24/5/2023) lalu.
Sejumlah pertanyaan itu pun langsung dijawab Bupati. Menurut Bupati, Pemkab Kutim Tak menutup mata pada persoalan itu. Melalui program "Kutim Merdeka Sinyal", masalah blank spot akan terus ditingkatkan.
"Untuk kebutuhan kecamatan dan desa, akses telekomunikasi sudah dipenuhi. Namun untuk perluasan cakupan sinyal yang disediakan oleh jasa telekomunikasi, nanti akan kita koordinasikan dengan Diskominfo (Staper) agar bisa berkoordinasi dengan penyedia jasa layanan telekomunikasi," ungkap Ardiansyah.
Aspirasi lain juga disampaikan oleh H Aidil Fitri, seorang tokoh masyarakat. Dia berharap agar daya listrik yang disalurkan oleh PT PLN bisa ditingkatkan.
Sebab saat ini banyak warga yang ingin melakukan pemasangan atau penambahan daya listrik tak bisa terlaksana. Pasalnya, daya yang tersedia belum mencukupi.
Menanggapi hal itu, Ardiansyah mengaku akan menyampaikan persoalan dimaksud kepada Kepala PLN Cabang Sangatta.
Sebab persoalan listrik sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT PLN. Pemkab Kutim dalam hal ini hanya berupaya menjembatani aspirasi tersebut agar bisa sampai Dan ditindaklanjuti oleh PT PLN.
Beberapa Kades lainnya lebih banyak meminta agar kebutuhan infrastruktur jalan dan jembatan bisa terus dipenuhi. Karena infrastruktur tersebut diyakini ke depan dapat mempercepat pembangunan di tingkat desa.
"Jalan poros menuju Kecamatan Telen akan dibangun tahun ini. Dilaksanakan sesuai perencanaan," tegasnya.
"InsyaAllah dalam dua tahun ini bisa diselesaikan. Untuk perbaikan yang sifatnya mendesak bisa ditangani dengan program swakelola," jelasnya.
Peryataan Bupati dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Muhammad Muhir.
Dia menyebut untuk beberapa program seperti jalan dan jembatan ada yang dilaksanakan tahun ini. Ada pula yang tahun ini perencanaan, fisiknya tahun depan.
"Beberapa program yang masuk (pembayaran) multiyears (tahun jamak) tahun (2023) ini kita kerjakan. Sedangkan yang lainnya secara bertahap akan terus ditingkatkan," tegas Muhir.
Sebelum mengakhiri diskusi, Bupati Kutim meminta agar usulan warga bisa dibarengi perencanaan yang matang, berkoordinasi dengan instansi terkait.
Kemudian masyarakat ikut terlibat mengawasi dan menjaga hasil pembangunan infrastruktur. Sehingga tak disalah gunakan dan lekas rusak.
Berikutnya pihak perusahaan juga diminta memaksimalkan program sosialnya untuk kesejahteraan masyarakat melalui program corporate social responsibility (CSR).
Dari diskusi tersebut, Kepala Desa dan masyarakat menyampaikan rasa terima kasih ke Pemkab Kutim sudah terus melaksanakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Adv/*)