Kasmidi Bulang, Pentingnya Komitmen Atlet Prestasi Pertahankan Kutim

Selasa 25 JULI 2023

SANGATTA - Sebelumnya Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang menginstruksikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, untuk menginventarisasi seluruh atlet pada semua cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kasmidi Bulang Wakil Bupati Kutai Timur. Foto: Kominfo Kutim

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim disaat pemberian bonus atlet Porprov Kaltim 2022, Senin (24/7/2023).

Kasmidi Bulang berharap, agar KONI Kutim bersinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim telah melayangkan surat pernyataan, bagi para atlet agar memantapkan komitmennya untuk terus menguatkan tekadnya atas nama Kutim, pada event-event olahraga tingkat daerah, provinsi, nasional, maupun internasional.

Menurut Kasmidi, hal ini perlu dilakukan, karena sudah terlalu sering, menjelang event-event besar, atlet-atlet berprestasi Kutim direbut oleh daerah lain.

"Tentu saja komitmen tersebut perlu segera mungkin ditangani. Jika tidak, maka kedepannya atlet-atlet berprestasi Kutim malah bisa habis diambil daerah lain," ungkapnya.

Wabup Kutim ini menilai, akan sangat disayangkan, apabila sampai terjadi, untuk itu perlu disikapi dengar segera, agar tidak kebobolan lagi.

"Saya dengan Pak Kadispora dan Ketua KONI Kutim, membuat suatu komitmen bersama antar cabor dengan KONI dan Dispora, selaku perwakilan pemerintah," jelasnya.

"Jadi teman-teman, mohon dipahami bukannya kita tidak mau memberikan bonus ini. Nanti setelah para atlet ini bertanda tangan, tetap akan membela Kutai Timur baru bonus ini tertransfer ke rekening mereka (atlet)," tegas Kasmidi.

"ini supaya para atlet ini tetap membela Kutim dan supaya atlet Kutim juga terus terjaga silaturahminya dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur," urainya.

Dirinya mengungkapkan, acap kali setiap event besar, contohnya seperti Porprov, atlet-atlet Kutim ini selalu direbut daerah lain, banyak sekali atlet-atlet ini ditekan oleh daerah lain bahkan ada yang sampai diancam.

Dia mencontohkan seperti ada salah satu atlet yang sudah kita jadikan TK2D disini, tapi malah diambil oleh daerah lain.

" Ada juga beberapa cabor yang sudah bertahun-tahun membela Kutai Timur tapi karena ditekan oleh kabupaten/kota yang lain hingga ujung-ujungnya gagal tanding," imbuhnya.

Bahkan Kasmidi menyampaikan, inilah yang jadi kendala sejauh ini, oleh sebab itu mungkin bisa jadi perhatian bagi semua pihak yang terlibat, terangnya.

"Tidak dipungkiri, ini jugalah yang jadi penyebab perkiraan target peringkat Kutim menurun satu tingkat (yang targetnya tiga besar, hanya bisa menduduki posisi ke empat)," tuturnya.

Di tegaskan, jangan sampai uang sebesar 14,9 M ini kita berikan tapi tidak berdampak jangka panjang kepasa pembinaan olahraga kita dan juga untuk teman-teman semua para ketua cabor untuk tolong atlet-atletnya yang kita berikan bonus ini dijaga. (Adv/*)