TP PKK Kutim Peduli Anak Autis

Selasa 18 JULI 2023

SANGATTA – Untuk kali ketiga, Klinik Utama Tumbuh Kembang Anak Cahaya Sangatta bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan seminar dan workshop terkait anak.

Foto: Humas Kutim

Ketua TP PKK Kutim Ny Siti Robiah Ardiansyah mengatakan, kerjasama antara Klinik Utama Tumbuh Kembang Anak Cahaya Sangatta berkerjasama TP PKK Kabupaten Kutim yang ke 3 kalinya.

"Sebelumnya saat masa pandemi, Covid-19, walau dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), naman waktu itu pesertanya mencapai 700 orang. Waktu seminar mengenai mata. Kedua pesertanya sampai 600 orang," ungkapnya saat acara Seminar dan Workshop, yang dibuka oleh Bupati Kutim, di Ruang Akasia, GSG, Kawasan Perkantoran, Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (15/07/2023).

Meski peserta kali ini menurun dari tahun lalu, Namun ia berharap, dengan menurunnya jumlah peserta, bukan berarti tidak care (peduli) dengan masalah yang dihadapi oleh anak-anak (autis).

Dia mengatakan, kemungkinan kondisi atau kesempatan yang belum memungkinkan hadir dalam kegiatan ini. Dan mudah-mudahan kedepannya, kalau ada undangan seminar-seminar yang seperti ini, kiranya dapat sambut dengan cepat dan juga dengan senang hati.

"Karena ini semua bertujuan untuk mengawal tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Kutim," jelas Siti Robiah.

Ketua TP PKK Kutim ini berharap, peserta yang mengikuti kegiatan dapat membagikan ilmu yang didapatnya. Sehingga, bagi mereka yang mempunyai anak autis di lingkungannya bisa sama-sama diasuh dengan baik.

"Klinik Utama Tumbuh Kembang Anak Cahaya Sangatta dan TP PKK Kutim, mempunyai tujuan yang sama untuk mengawal tumbuh kembang anak-anak balita kita," tuturnya.

Selanjutnya, Siti Robiah menguraikan kegiatan yang dilaksanakan PKK. Salah satu adanya program kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) yang dilaksanakan di Posyandu.

"Dalam BKB itu, yang disasar adalah orang tuanya. Orang tua diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang tumbuh kembang anak (anak usia 0-3 bulan)," urainya.

Termasuk melakukan pantauan perkembangan anak sudah bisa apa, dan akan diberikan penjelasan-penjelasan dalam BKB tersebut.

"Sebagai orang tua jika mengetahui tumbuh kembang anak-anak yang tidak sesuai dengan perkembangannya, maka segera berkonsultasi dengan petugas di Posyandu atau langsung ke dokter," cetusnya.

Dia katakan, anak-anak adalah generasi penerus kita, yang nantinya akan meneruskan estafet perjuangan kita, para orang tua. Dan seharusnya kita memberikan pendampingan yang baik dan juga mengamati tumbuh kembangnya, supaya bisa berkembang dengan baik dan optimal.

Meskipun menjadi fenomena di wilayah Kutim, kalau anak-anak yang terkena autis. belum diketahui penyebabnya. Dengan ilmu yang kita dapatkan dari seminar, dan sumber-sumber yang lain, autis bisa kita tekan. Dengan cepat diketahui dan intervensi terhadap anak autis, maka akan bisa menekan dampak tidak baiknya.

Dia mencontohkan, anak yang suka tantrum dan bagaimana cara untuk menanggulangi anak tantrum dan sebagainya, kita bisa mengurangi ketidak baikan tersebut. (Adv/*)