Pembayaran Lahan Ring Road II Segera Terealisasi

Senin 12 JUNI 2023

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan pembayaran lahan Ring Road II, antara Jalan APT Pranoto dan Jalan Pendidikan diselesaikan ditahun 2023 ini.

Simon Salombe Kepala Dinas Pertanahan Kutim

Hal tersebut disampaikan langsung, Kepala Dinas Pertanahan Kutim Simon Salombe beberapa waktu yang lalu.

"Pembayaran Jalan ring Road II, tinggal tunggu waktu saja. Sebab dari lahan sepanjang 250 meter, yang belum dikerjakan PU karena masalah lahan, dari 12 orang pemilik lahan sudah sepakat untuk menerima pembayaran sesuai dengan harga appraisal," ungkap Simon.

"Mereka sudah sepakat soal harga, saat kami melakukan pertenuan dengan kelompok mereka. Bahkan dua orang sudah dibayar, sisanya tinggal menerima pembayaran,” jelasnya.

Diakui Kadis Pertanahan Kutim ini, jika pembayaran lahan lokasi itu memang sudah masuk skala prioritas untuk dibayarkan. "Apalagi, memang masuk daftar utang lahan Pemkab Kutim, sehingga memang perlu dilakukan pembayaran secepatnya, jika memang sudah sepakat semua," tegasnya.

Adapun terkait jumlah pembayarannya, dirinya tidak mengetahui persis, Karena harga appraisal yang ditentukan tim itu, terdiri dari nilai tanah itu sendiri dan nilai non fisik lahan atau tanam tumbuh yang ada diatasnya.

"Nilai lahan juga tidak sama semua. Sebab nilai lahan yang ada di depan, dengan belakang jalan itu harga berbeda," tuturnya.

Selain itu, nilai lahan juga dibedakan dari alas haknya. Harga lahan dengan alas hak segel, beda dengan alas hak PPAT dan sertifikat. "Karena itu tidak merata nilainya," urainya.

Diperkirakan pembayaran lahan mungkin akan selesai Juni ini, Simon mengatakan telah berkomunikasi dengan Dinas PU, bahwa lahan sudah siap untuk dibayar, sehingga bisa dikerjakan.

Dia berharap DInas PU bisa segera menganggarkan pada APBD Perubahan, sehingga bisa dikerjakan.

"Kalau ini selesai dikerjakan, jalan itu nyambung, maka diharapkan bisa mengurai kemacetan lalulintas di Jalan Yos Sudarso, pada pagi dan sore hari saat karyawan pergi dan pulang kerja," imbuh Simon.

"JIka jalan sudah tembus, maka masyarakat dari Sangatta selatan yang hendak menuju Bukit Pelangi, pasti Tidak akan lewat Jalan Yos Sudarso lagi, sehingga kemacetan bisa terurai," tandasnya. (Adv/*),