Dinas Pariwisata Kutim Ikuti Gebyar Expo Nusantara

Minggu 11 JUNI 2023

SANGATTA - Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) menampilkan leaflet, buku-buku, video promosi dan foto-foto dari destinasi unggulan dalam ajang Gebyar Wisata Nusantara (GWN) Expo 2023 di Jakarta.

Foto: Humas Kutim

Destinasi tersebut yakni Prevab Mentoko, Karst Sangkulirang Mangkalihat, Gua Mardua, dan Pegunungan Kawasan Karst Manggkalihat.

Kepala Dispar Kutim, Nurullah melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Yunita Ronting mengatakan, kegiatan ini diikuti 45 peserta yang menampilkan wisata alam, budaya, sejarah, buatan, kuliner, religi, olahraga, bahari, edukasi, taman nasional, hotel dan resort, travel agent, airlines, dan pendukung wisata lainnya.

Dispar Kutai Timur menampilkan leaflet, buku-buku, video promosi dan foto-foto dari destinasi unggulan Kutim, yang meliputi Prevab Mentoko, Karst Sangkulirang Mangkalihat, Gua Mardua, dan Pegunungan Kawasan Karst Manggkalihat.

"Adapun wisata budaya kami tampilkan Event Lomplai festival yang biasa kita gelar di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau setiap tahun dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 lalu," ungkapnya, Minggu (11/6/2023).

Lebih lanjut, adapun produk kuliner andalan yang ditawarkan Dispar Kutim meliputi Amplang Batubara, Amplang Bengalon, Brownis Pisang, Banana Chips dengan 6 varian yang berbeda, Keripik Lele, "Yang paling diminati adalah Amplang Batu Bara yang sold out sejak hari kedua," jelasnya.

Selain itu, ia juga menawarkan produk wastra khas Kutai Timur, seperti Batik Paku, Batik Wakaroros, Batik Telapak Tangan, Batik Kelubut dan buaya, Batik Arit Lepo dan Tenun Rakat.

Sedangkan untuk produk kerajinan khas Kutai Timur adalah sebagai berikut: Tas-tas manik dengan beberapa jenis model, Tas atau pouch bercorak batik, Kalung manik,  Gendongan manik, Topi manik dan topi bercorak batik, Taplak meja manik, Tempat tisue manik, Toples-toples yang terbuat dari manik, Gantungan Kunci (miniatur Buaya dan Tameng).

"Gantungan Kunci berupa miniatur buaya dan tameng sangat diminati pengunjung dan habis di hari ke-2," ungkap Yunita Ronting.

Ia berharap, Dinas Pariwisata Kutai Timur dapat terua mengikuti event-event expo dan kesenian agar dapat mempromosikan Kabupaten Kutai Timur Sehingga dampaknya bisa membantu menambah PAD Kabupaten Kutai Timur dengan hasil penjualan produk-produk yang dibawa.

"Serta bisa menjalin kerjasama untuk pemesanan oleh konsumen jika berminat," tandasnya. (Adv/*)