Kutai Timur Perkuat Strategi Mitigasi Banjir Menyongsong Puncak Musim Hujan

Sabtu 22 November 2025

SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menyusun strategi komprehensif untuk mengantisipasi potensi banjir pada musim penghujan mendatang. Langkah proaktif ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena alam yang bersifat musiman tersebut.

Pandi Widiarto dari Komisi C DPRD Kutai Timur menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Kondisi ini justru dijadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi sistem penanganan banjir yang sudah ada.

"Bicara soal intensitas hujan itu kan musiman jadi ujiannya itu kita mengukur dimana daerah potensi yang penaganan banjir," sebut Pandi.

Proses identifikasi menjadi crucial point dalam menentukan prioritas penanganan. Daerah-daerah dengan kerentanan tinggi akan mendapatkan perhatian lebih dibandingkan wilayah dengan risiko sedang atau rendah. Prioritas ini tidak hanya dilihat dari sisi kerentanan alamiah, tetapi juga dari aspek sosial-ekonomi. Kawasan permukiman padat penduduk, pusat perdagangan, fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit, serta jalur transportasi utama menjadi perhatian khusus. Hal ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan oleh banjir di lokasi-lokasi strategis tersebut dapat bersifat multidimensi dan mengganggu aktivitas perekonomian serta pelayanan publik.

Ditambahkan Pandi, proses assessment juga akan menentukan jenis intervensi yang diperlukan di setiap lokasi. Tidak semua daerah membutuhkan penanganan yang sama, sehingga diperlukan pendekatan yang spesifik sesuai karakteristik wilayah.

Tahap selanjutnya adalah menentukan "mana daerah yang harus dilakukan penaganan," tegasnya.

Dengan pendekatan yang sistematis ini, diharapkan penanganan banjir di Kutai Timur dapat lebih terarah dan efektif. Masyarakat juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air. Partisipasi masyarakat dinilai sebagai kunci sukses dalam mendukung program pemerintah. Gotong royong membersihkan selokan dan sungai dari sampah serta sedimentasi perlu digalakkan di tingkat komunitas.(adv/*)