Pemkab Kutai Barat Galakkan Catur Lewat Piala Bupati 2025

Jumat, 31 Oktober 2025

SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) berupaya menghidupkan kembali olahraga catur di daerah. Langkah itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Kejuaraan Catur Piala Bupati Kutai Barat 2025, dibuka Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, di Sendawar, Senin (27/10).

Bupati Frederick mengatakan, turnamen ini menjadi sarana kompetitif dan terstruktur bagi para pecatur di Kutai Barat untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaring atlet potensial.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah bersama Percasi ingin memberikan sarana kompetisi yang kompetitif dan terstruktur bagi para pecatur di Kabupaten Kutai Barat dan sekitarnya,” ujarnya. 

Ia menegaskan, olahraga catur tidak sekadar permainan strategi, tetapi juga melatih kecerdasan berpikir, kesabaran, serta ketepatan dalam mengambil keputusan. Nilai-nilai itu, menurutnya, sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter di Kutai Barat.

Kejuaraan ini diikuti oleh para pecatur dari berbagai wilayah di Kutai Barat dan sekitarnya. Selain menjadi ajang pencarian bibit unggul, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar-komunitas olahraga serta memperluas jejaring pembinaan atlet di tingkat daerah.

“Selain mencari dan membina atlet berprestasi, kejuaraan ini juga menjadi upaya meningkatkan sportivitas dan membangun mental juara di kalangan generasi muda,” kata Frederick.

Ia berharap melalui turnamen ini dapat lahir pecatur-pecatur muda Kutai Barat yang mampu menembus kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.

“Saya berharap, melalui Kejuaraan Catur Piala Bupati Kutai Barat Tahun 2025 ini akan lahir bibit-bibit unggul pecatur muda yang nantinya mampu berkompetisi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” harapnya.

Bupati juga menegaskan, Pemkab Kutai Barat akan terus mendukung kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembinaan dan karakter. Ia mendorong agar ajang seperti ini menjadi agenda tahunan daerah.

“Kami ingin kegiatan ini berlanjut tiap tahun, dengan peningkatan dari sisi kualitas penyelenggaraan maupun jumlah peserta. Harapannya, catur kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Barat,” ujarnya.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Percasi, lembaga pendidikan, dan komunitas olahraga, Frederick optimistis pembinaan catur di Kutai Barat akan semakin kuat. “Sinergi ini penting agar prestasi dan karakter generasi muda tumbuh sejalan,” tandasnya. (adv/DiskominfoKubar/*)