Pemkab Kubar Hibah Lahan Kepada Ditjenpas

Kamis 13 November 2025

SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengambil langkah strategis dalam mendukung program pembinaan warga binaan dengan menyerahkan hibah lahan untuk pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur (Kaltim).

Acara penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama dan Berita Acara serah terima hibah, melibatkan Kanwil Ditjenpas Kaltim, Hernowo Sugiastanto, serta Bupati Kubar, Frederick Edwin, pada Kamis (13/11/2025.

Lahan hibah yang diserahkan seluas 5 hektare, berlokasi di Desa Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok. Area ini sebelumnya telah menjadi fokus survei jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur untuk memastikan kelayakan pembangunan Lapas yang modern dan representatif.

Kakanwil Ditjenpas Kaltim, Hernowo Sugiastanto, menyampaikan proses serah terima ini menjadi bagian dari koordinasi yang akan diteruskan ke pimpinan pusat di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini, untuk selanjutnya akan kami teruskan kepada pimpinan pusat di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Hernowo Sugiastanto.

Sementara itu, Bupati Kubar, Frederick Edwin, menegaskan, hibah lahan ini diharapkan mempermudah kinerja Kanwil Ditjenpas Kaltim, dalam membina warga Kubar yang melanggar hukum.

Pembangunan Lapas di wilayah sendiri lanjut orang nomor satu di Kubar tersebut, diyakini akan membuat program pembinaan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Selama ini banyak warga Kubar yang harus menjalani masa pidana di Lapas Bontang atau Lapas Tenggarong. Hal ini membuat mereka jauh dan hak sebagai warga Kutai Barat banyak yang tidak tersampaikan tepat sasaran,” kata Edwin.

Penyerahan lahan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya sistem hukum yang lebih dekat dengan masyarakat, efektif, dan berkualitas.

Dengan adanya Lapas Sendawar, diharapkan warga binaan dapat menerima pembinaan lebih optimal, keluarga lebih mudah menjalin komunikasi, dan program pembinaan dapat berjalan lebih tepat sasaran. (adv/DiskominfoKubar/*)