
Jumat 7 November 2025
SENDAWAR - Sekitar 24 persen atau 46 kampung di 12 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), hingga kini masih masuk kategori blankspot, atau belum terjangkau jaringan internet.
Padahal, seiring perkembangan zaman, akses internet menjadi kebutuhan penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga kebutuhan informasi dan hiburan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kubar di bawah kepemimpinan Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani. Penyediaan jaringan internet bahkan ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Pemkab Kubar 2025-2029.

Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah daerah adalah mengadopsi strategi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yakni pemanfaatan layanan internet berbasis satelit Starlink di wilayah yang belum terjangkau sinyal seluler maupun internet konvensional.
“Pemerintah berencana mengadopsi langkah yang telah dilakukan di Kukar, yaitu pemanfaatan layanan internet berbasis satelit Starlink untuk memperluas akses WiFi di wilayah blankspot,” kata Bupati Edwin, Jumat (7/11/2025).
Namun agar rencana tersebut berjalan lancar dan tepat sasaran, Bupati menegaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah memenuhi kebutuhan listrik di seluruh kampung yang nantinya akan diupayakan oleh Pemda Kubar, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya. Karena listrik merupakan hal dasar untuk menyambung internet,” ujarnya.
Langkah ini dinilai tepat dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, sekitar 13 persen atau 34 dari 194 kampung dan kelurahan di Kubar masih belum teraliri listrik PLN.
Tidak hanya fokus menangani masalah jaringan internet, melalui upaya tersebut, Bupati Frederick Edwin juga ingin memberikan solusi untuk menerangi setiap pelosok daerah, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi keluarga.
“Internet membuka banyak peluang usaha bagi masyarakat, baik secara online maupun rumahan. Namun semua itu akan berjalan lancar jika listrik juga tersedia,” ujar Edwin. (adv/DiskominfoKubar/*)