Senin 20 November 2023
SENDAWAR - Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas pembangunan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar). Salah satunya adalah sektor pendidikan.
Selain non fisik, berupa pemberian beasiswa dan lainnya, sehubungan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan, Pemkab Kubar juga mengupayakan terus membangun fasilitas satuan Pendidikan di kabupaten Kutai Barat.
Tercatat, sampai tahun 2023 ada 448 sekolah yang ada di Kubar, dari 5 jenjang pendidikan yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten. Dengan rincian, 52 Kelompok Belajar (KB), 105 PAUD, 133 TK/RA, 204 SD/MI, serta 59 SMP/MTS.
Tersebar di 16 kecamatan dan 194 Kampung/Kelurahan. Dari jumlah tersebut, telah dilakukan perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Seperti rehab ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, penguatan sinyal hingga pembangunan pagar dan UKS. Dari upaya pembangunan ini, disebutkan bupati Kubar FX Yapan, capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) SD rata-rata melampaui angka target APK SD 100%, yaitu 109,60 % pada tahun 2022.
Hal ini menunjukan bahwa pemerataan dan perluasan/akses pendidikan mengalami peningkatan seiring upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan melalui pemberian Subsidi BOS dan BOSDA.
Sedang APK SMP sederajat mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 90,77 dari capaian 2021 sebesar 93,84%. Adanya kebijakan zonasi, di mana peserta didik memilih sekolah yang berlokasi dalam Kabupaten/Kota yang sama dengan tempat tinggalnya. Sehingga persentase jumlah peserta didik dan jumlah penduduk hampir seimbang.
Memahami akan arti penting dari kualitas pendidikan sebagai peran penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia ke arah yang lebih baik.
Pendidikan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang dapat mengembangkan sikap, keterampilan dan kecerdasan intelektualnya agar menjadi manusia yang terampil, cerdas, serta berakhlak mulia.
Sebagai upaya untuk peningkatan mutu Pendidikan pada satuan Pendidikan TK, SD dan SMP, pemerintah secara berkelanjutan membenahi pada beberapa bidang yang masih bernilai kurang berdasarkan raport pendidikan, antara lain guru bersertifikasi sebanyak 374 Guru atau sebesar 10,77% dari total 3.472 Guru.
Kemudian memberikan pelatihan Mata Pelajaran dan Kepala Sekolah, serta subsidi Pra Jabatan. Upaya lainnya, pemberian perlengkapan Penguatan Manajemen berbasis Sekolah seperti Laptop kepada 44 Kepala Sekolah tingkar SMP.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah memberikan penguat Signal untuk proses pembelajaran dan peningkatan digitalisasi sekolah kepada 45 SD/SMP.
"Intervensi peningkatan kualifikasi guru pendidikan dari SMA ke S1 melalui bantuan pendidikan di Universitas terbuka. Berikutnya, Sejak tahun 2018-2023 Pemerintah Daerah memberikan Beasiswa kepada 739 orang, meliputi bidang studi Psikolog, Arsitek, Teknik Sipil, dokter hewan, terapis, dokter Spesialis, dan pendidikan lainnya. Sebanyak 381 orang sudah bekerja dan mengabdi di Kutai Barat, sisanya masih melaksanakan studi," bebernya.
Untuk dapat mencetak calon perwira baik di Kepolisian dan TNI, Pemerintah Daerah sejak 2019-2023 juga melakukan kerjasama dengan SMA Taruna Nusantara Magelang dan SMA terpadu Krida Nusantara dengan jumlah 15 orang. (adv/DiskominfoKubar)