Tahun 2022, Pertumbuhan Ekonomi Kubar Capai 4,70 Persen

Senin 20 November 2023

SENDAWAR - Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kutai Barat (Kubar) pada 2022 mencapai 4,70 persen. Capaian tersebut melampaui target Laju Pertumbuhan Ekonomi nasional tahun 2022 lalu, yaitu 4,03 persen.

Bupati Kutai Barat FX Yapan

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh Sektor Pertambangan dan Penggalian yang menyumbang Lima Puluh Tujuh Koma Delapan Puluh Delapan Persen pada PDRB Kabupaten Kutai Barat.

Disebutkan oleh Bupati Kubat FX Yapan, sektor pertanian dalam arti luas menyumbang PDRB terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi di Kubar. Yaitu, sebesar 12,27 persen. Sektor inilah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu, Pertanian merupakan sektor andalan Kabupaten Kutai Barat setelah pertambangan dan penggalian, serta untuk mengganti ketergantungan perekonomian pada batubara.

Dengan demikian luas lahan dan hasil produksi pertanian perlu mendapat perhatian lebih serius dan fokus. Di Kabupaten Kutai Barat, sejak tahun 2020 untuk luasan lahan produksi tanaman padi sawah dan padi ladang secara umum mengalami penurunan, dari 4.550,6 hektare, menjadi 4.345,1 hektare.

Pada 2021 hingga tahun 2023 ini terus menurun menjadi 2.416,70 hektare. Hal ini dikarenakan adanya bencana banjir di beberapa lokasi sentra tanaman padi sawah, seperti di kecamatan Muara Pahu dan Penyinggahan.

Disebutkan, menurunnya luasan lahan produksi tanaman padi sawah dan padi ladang otomatis berpengaruh terhadap produksi padi sawah dan padi ladang yang juga mengalami penurunan.

Yakni, dari 12.515,9 ton pada tahun 2020 dan terus menurun hingga tahun 2023 menjadi 6.496,1 ton. Ia menerangkan, luasan areal padi ladang turun dikarenakan adanya edaran larangan untuk mengumpulkan masa di beberapa kampung dikarenakan wabah pandemi covid 19.

Kemudian, adanya larangan untuk tidak membakar lahan sesuai undang – undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah Undang – undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Berikutnya, usaha pengembangan ekonomi kerakyatan pun diupayakan melalui peningkatan peranan UMKM antara lain aneka pelatihan bagi Industri Kecil menengah baik untuk kerajinan tangan, pengolahan pangan serta keahlian lainnya yang menyesuaikan dengan hasil potensi wilayah masing-masing.

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah pelaku usaha dalam wilayah Kutai Barat, setiap tahunnya mengalami peningkatan terutama pada tahun 2020 berjumlah 6.309 dan pada tahun 2021 menjadi 11.037 hingga per tahun 2023 saat ini berjumlah 13.399, serta jumlah koperasi aktif berjumlah 21 buah pertahun 2023.

Selain giat dan pengembangan pertanian, wilayah Kutai Barat juga memiliki potensi wisata yang cukup besar, baik wisata budaya dan maupun wisata alam.

Obyek wisata di Kutai Barat tersebar hampir di semua kecamatan, sehingga setiap kecamatan juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan wilayahnya. Sektor pariwisata berkaitan erat dengan sektor ekonomi lain khususnya perdagangan, hotel, dan restoran.

Pengembangan sektor pariwisata akan berdampak pada pengembangan perdagangan masyarakat di obyek wisata.

Selain itu, pengembangan pariwisata akan memacu tumbuhnya usaha penginapan serta rumah makan dan restoran. Berdasarkan jenisnya, Obyek Wisata di Kutai Barat terbagi menjadi Obyek Wisata Alam dan Obyek Wisata Budaya.

Sebagian besar potensi pariwisata berkaitan erat dengan budaya masyarakat lokal. Dalam perspektif ini, potensi/investasi sebaiknya diarahkan pada pariwisata budaya yang berbasis pada kekuatan masyarakat.

Berbeda dengan pariwisata massal, pariwisata budaya didasarkan pada investasi berskala kecil dengan melibatkan masyarakat sebagai penyedia akomodasi dan pelayanan. (adv/DiskominfoKubar)