
Kamis 3 September 2026
PASER - Anggota DPRD Kabupaten Paser, Regina Fabiola Harwiandani Nostradida, mengusulkan metode pendataan Sensus Ekonomi diubah dari wawancara langsung menjadi pengisian formulir secara mandiri oleh masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan Regina setelah mengalami langsung proses pendataan Sensus Ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia menilai pertanyaan yang diajukan petugas terlalu detail, terutama terkait pengeluaran rumah tangga, sehingga membuat masyarakat merasa tidak nyaman.
"Saya mengerti petugas di lapangan melakukan sesuai SOP. Namun, yang membuat tidak nyaman adalah segala pengeluaran rumah tangga ditanyakan sedetail detailnya. Seperti menanyakan LHKPN, tapi ini lebih mendalam lagi,” kata Regina, Kamis (3/9/2026).
Menurut Regina, kondisi tersebut menjadi salahsatu alasan masyarakat menolak kedatangan petugas sensus yang ditugaskan BPS.
" Banyak yang menolak petugas sensus,” ujarnya.
Karena itu, Regina menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi perlu diperbaiki, khususnya dalam metode pengumpulan data. Ia mengusulkan masyarakat diberikan formulir yang dapat diisi secara mandiri agar proses pendataan tidak membuat responden merasa seperti sedang dikejar atau dicecar.
" Bawa aja formulir nanti masyarakat bisa mengisi secara manual. Jadi kita sebagai masyarakat tidak merasa seperti lagi dikejar atau dicecar sesuatu,” kata dia. (Adv/yadi/DPRDPASER/*)