
Selasa 20 Mei 2025
BALIKPAPAN- Kota Balikpapan saat ini menghadapi masalah serius terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.
Sejak kemarin, Senin (19/5) sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Balikpapan mengalami kekosongan, yang berdampak langsung pada pengguna kendaraan pribadi dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Asisten II Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyelidiki penyebab kelangkaan tersebut.
"Kami sudah meminta informasi resmi dari Pertamina Patra Niaga melalui Kabag Ekonomi,” ujar Bagus Susetyo, Selasa (20/5).
Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM non-subsidi ini, langkah koordinasi sudah dimulai untuk memastikan penanganan masalah secara cepat dan akurat.
Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
"Ya, kami itu tidak ingin berspekulasi atau memberikan informasi yang keliru. Kami akan menunggu penjelasan resmi dari pihak Pertamina mengenai kendala distribusi Pertamax di Balikpapan,” tegas Bagus.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak-pihak terkait akan terus dilakukan untuk memastikan kejelasan informasi kepada masyarakat. Dalam situasi ini, Pemerintah mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi dalam merespons persoalan publik.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap informasi yang diberikan kepada masyarakat bersifat akurat dan tidak menimbulkan kebingungan,” tambahnya.
Pemerintah Kota juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menunggu informasi resmi dari instansi terkait. "Kenyamanan dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas kami Pemerintah Balikpapan termasuk dalam distribusi energi,” ujar Bagus.
Dengan adanya kelangkaan ini, pemerintah berupaya untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina guna mengetahui dan menyelesaikan kendala pasokan. "Kami akan terus memantau situasi dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala,” tandasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap agar masalah ini dapat segera teratasi, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar yang mereka butuhkan. (Adv/adys/KominfoBpp/*)