Senin 19 Mei 2025
BALIKPAPAN — Beberapa hari terakhir, warga Kota Balikpapan diresahkan dengan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Antrean panjang kendaraan menjadi pemandangan sehari-hari, sementara masyarakat terus mempertanyakan penyebab pasti dari kelangkaan tersebut. Menanggapi situasi ini, Ir. Ust. Nurdin Ismail, salah satu tokoh agama di Balikpapan, turut angkat bicara.
Dalam pernyataannya, beliau tidak hanya menyoroti persoalan lokal, tetapi juga mengajak masyarakat merenungi kondisi yang lebih luas.
"Kelangkaan BBM ini tentu menyulitkan aktivitas harian kita. Namun, di tengah keterbatasan ini, mari kita sempatkan merenung tentang penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Di sana, bukan hanya BBM yang langka, tapi seluruh kebutuhan pokok hampir tidak tersedia. Bahkan, nyawa mereka pun terancam setiap saat oleh serangan zionis Yahudi dan para sekutunya," ungkap Ust. Nurdin.
Sementara itu, Hery Sunaryo, S.H., M.H., seorang pengacara muda sekaligus pemerhati kota Balikpapan, juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia menilai bahwa kelangkaan BBM telah memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan sektor transportasi.
"Sungguh sangat memprihatinkan. Di tengah kondisi ini, belum terlihat adanya solusi konkret baik dari pihak Pertamina maupun Pemerintah Kota Balikpapan. Warga membutuhkan kejelasan dan tindakan nyata, bukan hanya janji," tegas Hery.
Ia juga mendorong adanya langkah cepat dan transparan dari pihak terkait agar krisis ini tidak berkepanjangan dan menambah beban masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun Pemerintah Kota Balikpapan terkait penyebab dan langkah penanganan terhadap kelangkaan BBM yang terjadi.
Meski terdapat sumber yang terpercaya, menyatakan kelangkaan ini dikarenakan terdapat satu penampungan atau tangki Patra Niaga, mengalami perbaikan. Yang akan diperkirakan selesai dalam jangka waktu sehari atau dua hari kedepan.
Saat ini, stakeholder akan mengambil langkah-langkah penanganan untuk mengatasi kelangkaan ini. Akibatnya masyarakat mengalami kendala, bahkan tidak sedikit antrian BBM di tempat-tempat eceran atau botolan. Bahkan, sebagian dari mereka kehabisan minyak, dan harus mendorong kendaraan atau motor.
Sementara pernyataan video sosmed yang beredar Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan Edi Mangun mengatakan, BBM di wilayah Balikpapan tersedia meski terdapat keterlambatan pendistribusian.
"Selain itu juga terdapat lonjakan permintaan jenis pertamax di sejumlah SPBU. Dan adanya lonjakan pemakaian BBM khususnya di wilayah Balikpapan,.Penajam dan Paser mencapai 370 KL perhari," ungkapnya.
Kini pihaknya, melakukan pengalihan distribusi dari fuel terminal Balikpapan ke fuel terminal Samarinda, yang kondisi fuel terminal Balikpapan dilakukan stock opname sebagai bagian prosedur standar operasional guna memastikan kuantitas dan kualitas BBM yang didiskusikan ke.komsumen sesuai standar pemerintah. (SS/*)