Balikpapan Optimalkan Layanan Digital dan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan Investasi dan Pembangunan IKN

Kamis 15 Mei 2025

BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem investasi yang modern dan ramah investor melalui inovasi layanan publik berbasis digital serta pengembangan strategi infrastruktur.

Pemerintah Kota Balikpapan, yang diwakili Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, mengumumkan peluang investasi di tujuh sektor utama yang siap mendongkrak perekonomian sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu diungkapkan langsung Bagus Susetyo, dalam acara Welcome Dinner HUT ke-53 Real Estat Indonesia (REI) yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, pada Rabu (14/5) malam.

Bagus menekankan pentingnya peran Balikpapan sebagai mitra utama IKN dan kesiapan kota dalam memberikan layanan cepat serta efisien kepada para investor.

"Pada inovasi digital di sektor perizinan dan pelaporan melalui Mall Pelayanan Publik dan aplikasi Daring ini telah mempercepat proses investasi, serta memberikan kemudahan dan transparansi yang selama ini dinantikan pelaku usaha," ungkapnya.

Tujuh sektor strategis yang menjadi fokus investasi meliputi kawasan industri Kariangau, pengembangan wilayah pesisir, organisasi dan perumahan, hotel serta fasilitas MICE, sistem penyediaan air minum, pengelolaan limbah, dan pariwisata.

Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri di kota ini terus meningkat, mencapai Rp25,7 triliun pada tahun 2024, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap iklim usaha yang menguntungkan.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur publik yang mendukung seperti perluasan fasilitas kesehatan dengan penambahan 5 rumah sakit yang direncanakan hingga tahun 2045," jelasnya.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi pertumbuhan penduduk yang diperkirakan menyentuh 2,72 juta jiwa pada tahun 2042, semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai wilayah investasi yang lengkap dan siap bersaing.

Di sisi pariwisata, Balikpapan telah menarik 2,7 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini, meskipun terdapat tantangan pada tingkat okupansi hotel yang masih di angka 37,46%.

"Nah, menurut saya hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk berinovasi meningkatkan layanan dan daya tarik destinasi wisata," tambahnya.

Bagus mempunyai harapan pada momentum HUT REI ke-53 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor properti nasional untuk mewujudkan sinergi yang efektif mendorong percepatan pembangunan sekaligus peningkatan kualitas layanan publik dan investasi di Balikpapan.

"Selain itu, Kota Balikpapan juga bertekad meneruskan modernisasi pelayanan dan hadir sebagai kota investasi yang responsif, transparan, dan berdaya saing, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat luas," tandasnya. (Adv/KominfoBpp/adys/*)