Tronton Parkir, Menunggu Maut

Selasa 11 Maret 2025

BALIKPAPAN - Sejumlah tronton dan mobil truk parkir di jalan Ahmad Yani, daerah Karang Anyar meresahkan warga dan pengguna jalan. Selain jalan ini padat dan ramai dilalui pengguna jalan, akibat mobil parkir berukuran besar juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Sejumlah mobil truk parkir di jalan raya - ay

Belum lama ini, Joko (47) kini dalam perawatan rumah sakit, akibat patah tulang. Setelah kecelakaan tunggal dialaminya, menabrak mobil tronton lagi parkir di jalan Ahmad Yani Karang Anyar, Sabtu (8/3) pagi.

Korban Joko yang tinggal di RE Martadinata RT 36, mengalami kecelakaan dengan menabrak tronton sedang parkir manis di sepanjang jalan lampu merah Karang Anyar, hendak dirinya turun bekerja di proyek nasional RDMP.

Akibat kecelakaan itu, kini Joko masih dalam perawatan rumah sakit. Sejumlah rekan kerjanya menjenguk, bahkan menceritakan keberadaan tronton parkir di Karang Anyar ini, memang dinilai membahayakan, khususnya saat kemacetan atau kepadatan lalu lintas pada pagi dan sore hari.

Seorang tokoh masyarakat Balikpapan Salahuddin mengecam keberadaan tronton parkir di sepanjang jalan Ahmad Yani, Karang Anyar. Selain dapat membahayakan pengguna jalan, sepanjang jalan juga mengalami kemacetan.

"Banyaknya mobil tronton yang "ngetem" di Karang Anyar dapat membuat pengendara celaka. Jangan menunggu kecelakaan lagi baru dibenahi," kecamnya.

Salahuddin meminta kepada stakeholder agar segera menindak lanjuti keberadaan tronton yang parkir di jalan Karang Anyar. Baik Dishub, Satpol PP maupun Komisi III DPRD Balikpapan segera sidak kondisi jalan Karang Anyar.

"Sebenarnya beberapa kejadian sudah terlewat, nah baru-baru terjadi lagi, seorang pekerja RDMP menabrak mobil tronton lagi parkir," jelas Salahuddin, Selasa (11/3).

Selain itu, Salahuddin juga prihatin dengan maraknya tronton dan truk-truk berukuran besar parkir di sejumlah jalan besar. Bahkan, kita sudah ketahui bersama pemandangan itu dapat kita lihat di sepanjang jalan Yos Sudarso, pelabuhan Semayang, di Karang Anyar dan di KM 13 jalan keluar tol Balikpapan-Samarinda.

"Mereka parkir tidak hanya dapat mencelakakan pengendara, dapat memicu kemacetan. Bahkan merusak jalan dengan beban berat melebihi kapasitas," ungkap Salahuddin. 

Salahuddin tokoh masyarakat Balikpapan - ay

Salahuddin berharap, agar pemerintah dapat mengambil sikap tegas melakukan penertiban bagi tronton dan truk-truk yang parkir di jalan raya. Khususnya, di wilayah Karang Anyar, pelabuhan Semayang dan KM 13 pintu keluar tol Balsam. 

"Pemerintah segera melakukan penertiban, agar tidak terjadi kecelakaan lagi. Kita tidak inginkan terjadi maut akibat hal-hal semacam ini, segera tertibkan," tandas Salahuddin. (Ay/*)