BALIKPAPAN — Pemilihan kepala daerah Kota Balikpapan 2029 masih berjarak beberapa tahun. Tahapan politiknya pun belum dimulai. Namun, percakapan mengenai figur yang berpotensi masuk dalam konstelasi politik Balikpapan mulai terdengar di ruang publik.
Sejumlah nama mulai disebut-sebut. Tidak hanya figur yang telah lama berada dalam panggung politik lokal, tetapi juga sejumlah wajah baru dari kalangan muda yang selama ini aktif di tengah masyarakat.
Salah satu nama yang mulai diperbincangkan adalah Hery Sunaryo. Putra kelahiran Balikpapan ini selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai pemerhati kebijakan publik. Ia juga berkecimpung di lingkungan LSM Stabil serta menjalankan aktivitas sebagai ustadz.
Latar belakang tersebut membuat Hery berada pada persimpangan yang cukup menarik: aktivisme masyarakat, perhatian terhadap kebijakan publik, dan aktivitas keagamaan. Ketiganya menjadi bagian dari perjalanan sosialnya sebelum namanya mulai dikaitkan dengan kemungkinan konstelasi politik Balikpapan 2029.
Mantan Wali Kota Balikpapan periode 2011–2021, H.M. Rizal Effendi, mengaku mengenal Hery secara baik.
“Saya mengenal baik Mas Hery,” kata Rizal Effendi."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Hery bukan figur yang tiba-tiba muncul dalam percakapan politik. Ia memiliki aktivitas yang selama ini bersentuhan dengan masyarakat dan isu-isu kebijakan publik.
Namun, menyebut sebuah nama dalam percakapan politik tidak otomatis berarti orang tersebut telah menyatakan diri sebagai calon. Dalam politik lokal, antara sebuah nama yang diperbincangkan dan sebuah pencalonan resmi terdapat proses yang panjang.
Pilkada Balikpapan 2029 masih jauh. Dalam rentang waktu tersebut, peta politik dapat berubah berkali-kali. Partai politik dapat membangun konfigurasi baru, tokoh-tokoh lain dapat muncul, dan masyarakat dapat memiliki pertimbangan berbeda terhadap figur yang akan mereka kehendaki memimpin kota.
Karena itu, nama Hery Sunaryo untuk saat ini lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu figur muda yang mulai mendapatkan perhatian dalam pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan Balikpapan.
Kemunculan nama-nama baru juga menjadi bagian dari dinamika regenerasi politik. Balikpapan sebagai salah satu kota penting di Kalimantan Timur menghadapi persoalan yang semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan kota, pelayanan publik, lingkungan, hingga perubahan sosial akibat perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam konteks tersebut, figur yang hendak masuk ke dalam percaturan kepemimpinan kota tentu akan berhadapan dengan tuntutan masyarakat yang semakin beragam. Pengalaman, rekam jejak, gagasan mengenai pembangunan kota, kemampuan memahami persoalan warga, serta kapasitas membangun komunikasi dengan berbagai kelompok akan menjadi bagian dari pembicaraan publik.
Hery sendiri selama ini lebih banyak dikenal melalui aktivitas sosial, kebijakan publik, dan kegiatan keagamaan. Belum ada kepastian bahwa ia akan maju dalam Pilkada Balikpapan 2029. Namun, munculnya namanya di ruang publik menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai regenerasi kepemimpinan Balikpapan mulai bergerak ke luar dari nama-nama yang selama ini sudah dikenal.
Bagi politik lokal, munculnya figur muda bukan sesuatu yang aneh. Justru dari percakapan semacam inilah biasanya masyarakat mulai mengenali latar belakang, gagasan, dan rekam jejak seseorang jauh sebelum masa pencalonan tiba.
Tetapi perjalanan menuju 2029 masih panjang. Banyak hal dapat terjadi sebelum partai politik menentukan kandidat dan masyarakat menentukan pilihannya.
Untuk sementara, nama Hery Sunaryo berada di antara sejumlah nama lain yang mulai disebut dalam percakapan publik mengenai kemungkinan konstelasi Pilkada Balikpapan 2029.
Apakah percakapan itu kelak berkembang menjadi pencalonan, atau berhenti sebagai wacana politik, waktu yang akan menjawabnya. (SS/*)