Selasa 9 Juni 2026
BALIKPAPAN - Upaya pelestarian satwa laut kembali dilakukan di Kota Balikpapan melalui pelepasan puluhan tukik penyu lekang di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda, pada Senin (8/6/2026) sore.
Sebanyak 80 tukik yang berhasil menetas dari telur penyu dikembalikan ke habitat alaminya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan dengan pengelola Pantai DEB. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, turut juga mendampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma dan Ketua HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti.
Dalam sambutannya, Rahmad mengatakan bahwa langkah sederhana seperti pelepasan tukik memiliki arti penting bagi keberlangsungan ekosistem laut di masa mendatang.
Menurutnya, tema kegiatan “Melangkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari” mencerminkan harapan besar dari upaya konservasi yang dimulai dari tindakan sederhana.
"Tukik yang dilepas hari ini memang terlihat kecil, tetapi keberadaannya sangat berarti bagi masa depan laut kita. Dari langkah kecil ini lahir harapan besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut,” ujarnya.
Rahmad menambahkan, sebagai kota yang berbatasan langsung dengan laut, Balikpapan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir. Laut tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai penopang ekonomi dan penyeimbang lingkungan.
Karena itu, berbagai program pelestarian lingkungan terus didorong pemerintah daerah, mulai dari rehabilitasi mangrove, perlindungan wilayah pesisir, pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua JMSI Balikpapan, David Purba menjelaskan bahwa tukik yang dilepas berasal dari sekitar 160 telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai DEB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 ekor berhasil menetas dan dinilai siap untuk dilepas ke laut.
"Kami berharap tukik yang dilepas hari ini dapat bertahan hidup hingga dewasa dan turut menjaga populasi penyu lekang yang saat ini semakin membutuhkan perlindungan,” katanya.
Selain kegiatan konservasi penyu, JMSI Balikpapan juga mengingatkan pentingnya penanganan sampah yang masih menjadi ancaman bagi lingkungan pesisir. Sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut dinilai dapat merusak habitat penyu serta mengganggu kehidupan biota laut lainnya.
Untuk itu pihaknya mendorong adanya dukungan berbagai pihak dalam pemasangan jaring penahan sampah di sejumlah muara sungai agar limbah tidak bermuara ke laut.
David berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia semata, tetapi mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem laut. (Adys/*)