Senin 13 April 2026
BALIKPAPAN — Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Balikpapan berdampak pada terhentinya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah.
Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menilai dampak kebijakan tersebut tidak terlalu besar karena bertepatan dengan masa ujian siswa.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengungkapkan bahwa di kota ini terdapat 18 SPPG yang selama ini menjadi penyuplai makanan bergizi bagi siswa di beberapa sekolah. Setiap SPPG rata-rata melayani tiga hingga empat sekolah.
"Kalau di Balikpapan ada sekitar 18 SPPG yang saat ini dihentikan operasionalnya,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Dengan penghentian tersebut, otomatis program MBG untuk sementara tidak berjalan. Kondisi ini membuat para siswa yang sebelumnya menerima manfaat program harus menunda akses terhadap layanan tersebut.
" Secara langsung tentu ada dampaknya, karena siswa untuk sementara tidak mendapatkan makanan bergizi gratis,” katanya.
Namun, Irfan menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan bagian dari upaya perbaikan kualitas layanan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di masing-masing SPPG.
Menurutnya, standar tersebut penting untuk memastikan proses pengolahan makanan tetap higienis dan tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan maupun lingkungan.
" Ini justru langkah yang baik untuk memastikan kualitas program MBG tetap terjaga, terutama dari sisi pengelolaan limbahnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Disdikbud melihat waktu pelaksanaan kebijakan ini cukup tepat. Saat ini, siswa tingkat SD dan SMP tengah menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung dalam kurun waktu sekitar 10 hingga 15 hari, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak terlalu terganggu oleh penghentian program MBG.
Sebagai informasi, kebijakan penghentian sementara ini merupakan bagian dari langkah evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional terhadap puluhan SPPG di Kalimantan Timur. Secara keseluruhan, terdapat 74 unit SPPG di wilayah ini yang terdampak kebijakan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Balikpapan, jumlah total SPPG di kota ini mencapai 31 unit hingga Maret 2026.
Dengan ini, Disdikbud berharap proses pembenahan dapat segera rampung, sehingga operasional SPPG bisa kembali normal dan program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan gizi para siswa di Balikpapan. (Adys/Adv Diskominfo Balikpapan/*)