Rabu 9 Oktober 2024
PENAJAM – Sebagai tindak lanjut pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) guna menurunkan angka stunting di setiap kabupaten dan kota di Kaltim.
Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, mengatakan penurunan itu juga penting dalam pemanfaatan teknologi untuk menekan angka stunting disejumlah wilayah di Kaltim.

Maka itu Pj. Bupati Penajam Paser Utara (PPU), mendorong semua pihak untuk aktif terlibat. Untuk meningkatkan akselerasi dan percepatan intervensi stunting.
Selanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), berusaha memberikan bimbingan teknis (Bimtek) terkait pemanfaatan teknologi berbasis aplikasi.
Pemanfaatan aplikasi dengan program penurunan angka stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Kemudian para pihak penyelenggara memberikan Bimtek kepada seluruh Kader Pembangunan Manusia (KPM) di seluruh kecamatan. Mereka bertugas untuk mengimplementasikan aplikasi e-HDW atau e-Human Development Worker, yang digagas oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Menurut Pj. Muhammad Zainal Arifin, aplikasi ini akan membantu mereka dalam menjalankan tugas lebih baik.
"Semua peserta wajib memahami pengetahuan dan aplikasi e-HDW. Pengetahuan ini sangat penting untuk pengisian data kelompok sasaran dan pemantauan konvergensi stunting," Zainal Arifin.
Adapun para kader PKM dapat merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan program konvergensi stunting di tingkat desa dan kelurahan. Dengan cara ini, mereka dapat melakukan monitoring dan evaluasi dengan lebih baik.
"Kita memiliki barometer untuk menilai program dan kegiatan yang dilakukan dalam pengentasan stunting di wilayah Kabupaten PPU," terang Zainal Arifin, di Balikpapan, Selasa (8/10/2024) malam.
Dia juga mengapresiasi antusiasme para peserta dan memberikan daya dukung kepada para kader PKM agar semakin terlatih.
Mulai dilevel kelurahan dan desa, para PKM berperan sebagai ujung tombak dalam pembangunan SDM yang berkualitas, khususnya dalam program pengentasan stunting berbasis teknologi.
Zainal Arifin juga menyebutkan, banyak pelajaran dan pengetahuan penting yang dapat diberikan kepada para kader PKM melalui bimtek tersebut. Dan menekankan bahwa setiap hal yang dipelajari bersama akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan.
"Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil dapat membawa perubahan yang besar bagi komunitas kita,” urainya.
"Dengan semangat ini, ia berharap semua kader dapat berkontribusi," harapnya.
Zainal lebih lanjut menjelaskan, Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengamanatkan bahwa salah satu tujuan pembangunan desa adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa dan kelurahan, termasuk sektor kesehatan.
Pj. Bupati PPU ini menegaskan, upaya konvergensi stunting di desa dan kelurahan merupakan investasi penting dalam pembangunan SDM di Kabupaten PPU.
"Peserta dapat memahami kebijakan konvergensi stunting sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, yang mengatur percepatan penurunan stunting di Indonesia. Dengan pemahaman ini, para peserta akan mengetahui peran penting tugasnya dalam aksi konvergensi stunting," tuturnya.
"Kalian harus mengoperasikan Aplikasi e-HDW untuk pengisian data kelompok sasaran dalam aksi konvergensi stunting. Dengan cara ini, ia percaya bahwa setiap kader akan mampu berkontribusi lebih maksimal," tandas Muhammad Zainal Arifin.
(Ay/adv/DiskominfoPPU)