Sabtu, 14 Maret 2020
BALIKPAPAN-Bank Indonesia (BI) Balikpapan gelar sosialisasi, edukasi dan on Boarding Merchant Aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), berlangsung di Pasar Segar, Balikpapan Baru, Jumat malam (13/3/2020).

Kepala BI Balikpapan Bimo Epyanto hadir dalam sosialisasi ini, menyampaikan, sosialisasi ini merupakan agenda BI disebut, pekan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) Nasional 2020, sebelumnya telah dilaksanakan di kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (BI), sepekan ini.
"Sejak dilaunching 17 Agustus 2019 lalu, bertepatan dengan HUT Republik Indonesia. Penggunaan QRIS saat ini, terus meningkat dan sudah ditetapkan secara resmi implementasinya, tanggal 1 Januari 2020 lalu," ungkap Bimo Epyanto.
"Aplikasi QRIS ini, merupakan satu QR Code, nantinya dapat dipergunakan untuk semua sistem pembayaran, melalui OVO, DANA, Shopee, Go-Pay dan pembayaran lainnya," jelas Kepala BI Balikpapan.
"Penggunaan aplikasi QRIS sudah tersebar dibeberapa merchant-merchant di Balikpapan, diantaranya cafe, hotel, mini market. Bahkan QRIS, bisa dijumpai di tempat ibadah, dan dapat di pergunakan untuk berinfaq," urainya.
"Bagi masyarakat ingin menggunakan aplikasi QRIS, dapat datang ke Bank dengan mengajukan penggunaan aplikasi QRIS, dengan diproses 2 X 24 jam," ujar Bimo.

"Meski masih tahap awal, QRIS perlu diedukasikan dan pembelajaran bagi masyarakat ataupun dari merchant. Kami pihak BI berupaya meminimalisir kesalahan dilakukan pengguna QRIS, dengan memberikan limit sekali transaksi Rp.2 Juta saja," bebernya.
Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Bimo Epyanto optimis, tingkat keamanan QRIS terjamin dari sistem, utamanya transaksi pembayaran. Termasuk dukungan dari sistem keamanan teknologi komunikasi pendukung.
Aplikasi QRIS tidak hanya dinikmati di Indonesia, meski tahap awal ini, belum dapat digunakan di luar negeri. Namun Bimo Epyanto yakin, dengan berjalannya waktu dan pengembangan sistem. Nantinya QRIS dapat dipergunakan diluar negeri.
Liputan: Ahmad Yani