Rapatkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan Bidang Maritim Balikpapan

BALIKPAPAN-DPC (Dewan Pengurus Cabang) Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau INSA (Indonesian National Shipowes Association) menggelar coffe morning bersama organisasi terkait pelayaran dan sejumlah lembaga terkait, di Kantor INSA Balikpapan, Ruko Bandar, Selasa (4/2/2020). 

Dalam pertemuan ini dihadiri Ketua DPC Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau dikenal INSA (Indonesian National Shipowners Association) Balikpapan,

Rahmad Mas'ud mengimbau, agar perusahaan pelayaran dan lembaga terkait, pelayaran kapal dan kepelabuhanan dalam meningkatkan sinergitas pelayanan, dalam menyambut peluang Balikpapan sebagai kota penyangga IKN (Ibu Kota Negara). 

Berbagai persoalan terungkap dalam pertemuan coffee morning tersebut, diantaranya masalah pelayanan, anker (berlabuh) kapal, pelayanan dokumen serta, masalah pelayanan ekspor impor barang. 

Menariknya, dalam pertemuan ini, juga dibahas mengenai penanganan atau pencegahan virus korona. Meski pihak Pelindo telah menginstruksikan para pihak, terkait dalam pelayanan kepelabuhanan dan pelayaran untuk selalu waspada terhadap, kapal-kapal dari luar khususnya, dari negara Tiongkok. 

Menurut Rahmad Mas'ud, ada kesulitan untuk melakukan deteksi virus korona melalui pelabuhan laut, atau akses jalur laut. "Yang paling rawan bagi kita adalah, para crew atau karyawan agen kapal yang akan pengurus dokumen kapal. Mereka akan menjemput dokumen di kapal. Maka perlu bagi mereka dibekali ilmu cara penanganan virus korona," ungkap Rahma Mas'ud. 

Rahma Mas'ud selain Ketua INSA juga selaku Wakil Walikota Balikpapan, menyampaikan dengan kondisi Balikpapan cukup strategis, khususnya bidang kemaritiman, maka sangat penting bagi kita semua untuk segera meningkatkan pelayanan demi kelangsungan usaha dan perkembangan ekonomi bidang kelautan. 

"Penunjang kebutuhan kita kedepan, setidaknya 90 persen akan melalui kapan laut, maka kami optimis, industri perkapalan akan berkembang," jelasnya. 

Meski virus korona saat ini, menjadi isu internasional, memiliki pengaruh atas peningkatan ekspor, impor. "Bagi kita, mudahan kondisi ini menjadi peluang bagi kita, untuk mandiri dalam dunia industri, seperti impor buah-buahan, kita kan banyak," urainya. 

Sementara, Presiden Direktur Kaltim Kariangau Terminal, M. Basir mengatakan, dengan masalah virus korona, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan. Selama ini, berhubungan langsung dengan pihak kapal-kapal asing, yakni kapal pandu. 

"Kapal pandu ini, sebagai duta negara, maka perlu diberikan fasilitas untuk menjaga kewaspadaan terhadap virus korona ini," katanya. 

Untuk diketahui, perkembangan ekspor, impor sangat ini dinilai stabil. Meski posisi pelabuhan Kariangau ini, menjadi hardport dari berbagai pelabuhan seperti, Bitung, Palu, Toli-Toli dan lainnya. 

Rencananya, bulan Maret mendatang pihak KKT (Kaltim Kariangau Terminal) kembali membuka direct call, ke seluruh Negara, bersama salah satu cargo terbesar di dunia. (*)